All for Joomla All for Webmasters
Kamis, 23 November 2017 07:40

Tim Kesehatan Mimika Tangani Seratusan Pasien Warga Pengungsi

Salah Satu Pengungsi saat diperiksa Tim Medis Salah Satu Pengungsi saat diperiksa Tim Medis

TIMIKA | Satgas Kesehatan Terpadu Kabupaten Mimika telah menangani seratusan lebih warga pengungsi dari perkampungan Distrik Tembagapura, yang kini ditampung sementara di Graha Eme Neme Yauware, Kota Timika.

Koordinator Satgas Kesehatan Terpadu Kabupaten Mimika, Disyan L Berkat mengatakan, pada Rabu (22/11) kemarin pihaknya telah menangani sebanyak 77 pasien dan 33 pasien pada Kamis (23/11) hingga siang tadi.

Menurutnya, pasien umumnya masih mengalami penyakit ringan seperti inpeksi saluran pernafasan atas (ISPA), sakit kepala, demam, diare, dan mual-mual. Seseorang dengan demam tinggi telah diperiksa namun negatif malaria.

"Untuk penyakit diare sudah bisa kami tangani dan bisa tertanggulangi. Ada beberapa warga terserang diare namun belum masuk dalam kategori wabah," katanya di Timika, Kamis (23/11).

Disyan mengemukakan, keterbatasan MCK bisa dimungkinkan memicu terjadinya wabah diare jika pengungsi bertahan lama di lokasi penampungan sementara. Dimana hanya terdapat dua MCK untuk sekitar 400 lebih pengungsi yang bertahan hingga saat ini.

"Jika dalam waktu bersamaan 10 orang membutuhkan MCK, maka hanya dua orang bisa masuk dan delapan orang harus mengalah. Mereka terpaksa buang air di samping-samping. Ini yang potensi menimbulkan wabah diare," jelasnya.

Sementara untuk penyakit cacar yang sempat diderita beberapa warga pengungsi, menurutnya juga sudah tertanggulangi secara cepat dan dipastikan tidak menular kepada warga pengungsi lainnya.

"Pasien sudah mulai membaik. Kami sudak cek orang-orang di sekitar penderita, namun tidak ditemukan orang dengan gejala yang sama," katanya.

Total 80 orang petugas kesehatan terlibat dalam misi kemanusiaan penanganan ratusan pengungsi tersebut. Sekitar 20an petugas kesehatan dan lima orang dokter standby setiap hari di Posko Satgas Kesehatan Terpadu.

Satgas Kesehatan Terpadu merupakan gabungan dari seluruh tim kesehatan di Mimika, antaralain Dinas Kesehatan, Puskesmas Timika Jaya, Puskesmas Timika, RSUD, RSMM, Klinik Tribrata, TNI, PMI, dan Malaria Control-Malaria Center.

"Dari malaria center ini yang melakukan pemeriksaan terhadap 360 sample darah pada Rabu kemarin," kata Disyan.

Sejak ratusan warga tersebut dievakuasi pada Senin (20/11) lalu, total enam pasien telah dirujuk dari tempat penampungan sementara ke RSUD Mimika yang menjadi rumah sakit rujukan terdekat.

"Kondisi mereka sudah baik semua. Ada yang sudah kembali. Ada dua rumah sakit rujukan, yaitu RSUD dan RSMM namun yang terdekat adalah RSUD sehingga sementara semua pasien dirujuk ke sana," katanya.

"Kendala di lokasi penampungan ini, tenda rusak. Saat hujan lebat, tenda bocor dan pasien kasian kena hujan. Kemudian obat-obat juga sama sekali tidak boleh kena hujan, nanti rusak," tuturnya.

Untuk diketahui, sebanyak 806 warga asli Papua meminta dievakuasi pada Senin (20/11) lalu, lantaran mereka hidup dalam situasi mencekam dan khawatir sewaktu-waktu kelompok bersenjata kembali memasuki permukiman mereka. (rum/SP)