All for Joomla All for Webmasters
Senin, 08 Januari 2018 10:16

Tuberculosis Mengkhawatirkan, RSUD Bangun Gedung Perawatan TB-MDR

Sekda Mimika Ausilius You didampingi Direktur RSUD Mimika dr Evelin SM Pasaribu saat meresmikan gedung perawatan TB-MDR RSUD Mimika yang ditandai dengan pengguntingan pita Sekda Mimika Ausilius You didampingi Direktur RSUD Mimika dr Evelin SM Pasaribu saat meresmikan gedung perawatan TB-MDR RSUD Mimika yang ditandai dengan pengguntingan pita

TIMIKA I Saat ini masyarakat Mimika dan sekitarnya tidak perlu kuatir untuk mendapatkan pengobatan penyakit tuberculosis (TB), karena Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika telah memiliki gedung perawatan Tuberculosis Multi Drug Resistant (TB-MDR).

Gedung yang dibangun sejak 2017 lalu diresmikan oleh Sekda Mimika Ausilius Yo, Senin (8/1), ditandai dengan pengguntingan pita.

Sekda Mimika, Ausilius You mengatakan, peresmian gedung perawatan TB-MDR RSUD Kabupaten  Mimika adalah salah satu bukti kemajuan yang dicapai oleh manajemen RSUD  Mimika. Dengan peningkatan ini, tentunya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat khususnya untuk penderita TB-MDR dapat terlayani dengan lebih baik dan lebih maksimal.

"Pemerintah terus membenahi diri dengan mengembangkan kemajuan di setiap sektor, baik fisik maupun non fisik. Salah satu sektor yang terus dibenahi adalah sektor kesehatan,"tuturnya.

Sementara Direktur RSUD Mimika, dr Evelin SM Pasaribu menjelaskan, pembangunan gedung tersebu dimulai pada 2017 menggunakan dana alokasi khusus (DAK).


Dikatakan, pembangunan serta peresmian gedung ini sangat diperlukan, karena kasus TB sudah sangat mengkuatirkan. "Penularannya melalui kuman sudah resisten terhadap obat pertama dan kedua,"tuturnya.

Lanjutnnya, saat ini RSUD Mimika menangani sembilan pasien TB. Empat pasien sudah dalam kondisi baik, sementara lima pasien masih dilakukan perawatan. "Kasus TB di Mimika sudah sangat mengkuatirkan. Untuk antisipasinya, maka gedung perawatan TB-MDR sangat diperlukan. Pasien pada kondisi aktif harus membutuhkan infus dan oksigen,”ujarnya.

Ia menambahkan, gedung ini memiliki fasilitas cukup lengkap. Dimana terdapat laboratorium yang dilengkapi alat pendeteksi kuman resisten secara cepat, ditambah dengan adanya ruangan rawat inap biasa dengan kapasitas delapan tempat tidur. Serta ruangan rawat inap isolasi dengan kapasitas dua tempat tidur.

“Kami juga mendapatkan bantuan dari Kemenkes untuk melengkapi gedung ini. Oleh itu, dengan adanya gedung ini pelayanan terhadap pasien TB bisa lebih optimal,”katanya.(mjo/SP)