All for Joomla All for Webmasters
Kamis, 05 Oktober 2017 09:13

Ketua IKT Papua Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan

Kadis PU Papua Djuli Mambaya (kiri) bersama Ketua IKT Papua Jhon Rende Mangontan pada suatu kesempatan   Kadis PU Papua Djuli Mambaya (kiri) bersama Ketua IKT Papua Jhon Rende Mangontan pada suatu kesempatan Foto : FB JRM

TIMIKA | Kepolisian Resor (Polres) Tana Toraja, Polda Sulawesi Selatan, resmi menetapkan Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Jhon Rende Mangontan (JRM) sebagai Tersangka.

Penyidik Satreskrim Polres Tana Toraja menjerat JRM dengan pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan, yang diduga dilakukan terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua Djuli Mambaya (DJM).  

“Sudah beberapa hari, terlapor (JRM) sudah ditetapkan tersangka,” kata Kapolres Tana Toraja AKBP Yohanes Richard Adrian seperti dikutip torajadaily.com pada Kamis (5/10).

Toraja Daily melaporkan bahwa puluhan massa sebelumnya menggelar unjuk rasa di Mapolres Tana Toraja. Mereka mendesak Polres Tana Toraja segera menahan Ketua IKT Papua Jhon Rende Mangontan pasca ditetapkan sebagai tersangka.

Massa mengklaim bahwa tindak pidana penganiayaan sudah terbukti sehingga JRM harus segera ditahan. Terlebih lagi korban yang juga adalah seorang pejabat publik dianiaya di depan umum.

“Ini sudah memenuhi unsur. Kami meminta Polres segera melakukan penahanan,” teriak salah seorang orator.

Diketahui, JRM dilaporkan ke Polres Tana Toraja usai diduga menganiaya Kepala Dinas PU Papua Djuli Mambaya saat keduanya hendak menghadiri Praya X PPGT di Museum Ne’Gandeng Malakiri, Kecamatan Balusu, Toraja Utara, Senin (25/9) lalu.

Djuli mengaku sama sekali tidak menyangka jika JRM akan melakukan tindakan pemukulan terhadap dirinya di muka umum, terlebih disaksikan aparat kepolisian, Pendeta, dan para undangan yang hadir pada acara tersebut.

"Saya pun tidak bicara, saya tidak melawan. Tapi dia (JRM) masih dorong saya hampir jatuh. Saya langsung pergi karena merasa bahwa ini tempat terhormat, acara keagamaan, yang tidak patut untuk kita ribut disitu," kata Djuli saat dikonfirmasi Seputar Papua.

Dikonfirmasi terpisah oleh Toraja Daily, JRM mengakui jika dirinya memang telah menempeleng DJM. Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan sebab DJM tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dikatakan, tuduhan DJM kepada dirinya di media sosial Facebook adalah tindakan pembunuhan karakter secara pribadi dan telah memalukan keluarga besarnya.

“Kenapa saya diserang dengan tuduhan begitu tapi dia mengelak. Dia juga tidak ada niat meminta maaf. Jadi saya tempeleng dia satu kali,” ungkap JRM.

Sekedar diketahui, DJM dan JRM adalah pentolan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) di Papua. JRM sebagai ketua, sementara DJM sebagai wakil ketua. (rum/TD/SP)