All for Joomla All for Webmasters
Selasa, 10 Oktober 2017 06:23

Jenazah Pendaki Puncak Cartensz Diterbangkan ke Jakarta

TIMIKA | Jenazah Ahmad Hadi (34), pendaki yang meninggal dunia saat melakukan pendakian ke Puncak Cartensz Pyramid, pegunungan Jayawijaya, Papua, telah diterbangkan ke Jakarta, Selasa (10/20/17) siang tadi.

Humas RSUD Mimika Lucky Mahakena, SSos MSi mengatakan, jenazah Hadi sempat disemayamkan di ruang jenazah RSUD kemudian bertolak ke Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 12.30 WIT.

"Kamar jenazah RSUD menerima jenazah korban pukul 08. 45 WIT pagi. Kemudian dimandikan dan dikavani, selanjutnya dimasukkan ke dalam peti jenazah untuk dibawa ke bandara," jelas Lucky saat dikonfirmasi.

Lucky menambahkan, pihak RSUD tidak lagi melakukan proses visum terhadap jenazah korban yang dikabarkan tewas setelah mengalami hipotermia. Korban bersama rekannya dihantam badai salju dalam perjalanan kembali dari Puncak Cartensz.

"Tidak ditindak visum, karena memang tidak ada permintaan visum oleh penyidik kepolisian," tuntas Lucky.

Kepala Kantor SAR Timika Monce Brury mengatakan, pihaknya menerima laporan tewasnya seorang pendaki tersebut pada Senin (9/10), namun proses evakuasi belum bisa dilakukan hari itu karena cuaca buruk.

Pada Selasa (10/10) sekitar Pukul 06.30 WIT pagi tadi, baru kemudian satu tim personel SAR Timika dan Emergency Response Group (ERG) PT Freeport Indonesia berangkat menggunakan helicopter Airfast dan helicopter bell 212 milik Intan Angkasa Air untuk melakukan evakuasi.

Jenazah warga Kampung Baru RT 05 RW 03, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tersebut baru tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika sekitar pukul 07.50 WIT pagi dengan helicopter bell 212 milik Intan Angkasa Air yang dipiloti Dani Burdel.


"Satu helicopter mengevakuasi korban dan satu lainnya untuk menjemput rekan-rekan korban yang ikut mendaki," kata Monce Brury saat dikonfirmasi, Selasa.

Monce menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa Ahmad Hadi melakukan pendakian bersama tim pendaki asal Makassar dan Negara Yugoslavia yang totalnya berjumlah enam orang pada Minggu (8/10) lalu.

Saat melakukan pendakian ke puncak bersalju itu, kondisi fisik korban dikabarkan sudah mulai menurun dan muntah-muntah. Namun korban memaksa untuk menggapai puncak tertinggi di Indonesia itu.

Tim pendaki akhirnya berhasil tiba di puncak Cartensz sekitar Pukul 11:45 WIT. Kemudian dalam perjalan turun mereka dihantam badai salju. Saat itu korban mulai sesak nafas dan sakit dada hingga mengalami hipotermia akibat cuaca dingin.

Pada malam hari sekitar Pukul 21:15 WIT, korban sudah tak mampu bertahan dan mengalami kejang-kejang. Sekitar pukul 22:15 WIT, denyut nadi, detak jantung, dan pupil mata sudah menandakan korban meninggal dunia.  

Kemudian pada Senin (9/10) sekitar pukul 05:00 WIT dinihari, korban yang dipastikan telah meninggal dunia kemudian dievakuasi ke Lembah Kuning, dimana titik awal pendakian ke Puncak Cartensz.

Puncak Carstensz berada pada ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut, merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Puncak Carstensz termasuk dalam tujuh gunung tertinggi di dunia yang disebut seven summits.  

Puncak bersalju abadi tersebut tidak disarankan bagi pendaki minim pengalaman, mengingat kondisi cuaca cukup ekstrim dari suhu dingin dan memungkinkan pendaki mengalami hipotermia. (rum/SP)