All for Joomla All for Webmasters

 

Jumat, 12 Januari 2018 11:46

Panwaslu Mimika Rekomendasi PPD Miru Lakukan Verifikasi Faktual Ulang

Suasana proses klarifikasi oleh Panwaslu Mimika terkait laporan pelaksanaan pleno hasil verifikasi faktual di PPD Miru Suasana proses klarifikasi oleh Panwaslu Mimika terkait laporan pelaksanaan pleno hasil verifikasi faktual di PPD Miru

TIMIKA | Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Mimika merekomendasikan kepada Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Mimika Baru (Miru) untuk melakukan pleno ulang terhadap hasil verifikasi faktual yang telah dilakukan pada 4 Januari 2017 lalu.

 

Rekomendasi ini diterbitkan setelah Panwaslu Mimika melakukan proses klarifikasi kepada pemohon maupun termohon, menyusul laporan lima bakal calon perseorangan yang merasa dirugikan atas hasil verifikasi faktual di tingkat PPD Miru. 

 

“Setelah dilakukan kajian atas hasil klarifikasi, maka kami mengeluarkan rekomendasi PPD Miru harus melakukan rekapitulasi ulang,” kata Ketua Panwaslu Mimika, Johanes Wato saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (12/1). 

 

Johanes menjelaskan, rekomendasi rekapitulasi ulang dikeluarkan lantaran lima pasangan bakal calon (balon) perseorangan merasa kurang puas. Pleno verifikasi faktual oleh PPD Miru dianggap tidak sesuai aturan. Misalnya, PPD Miru tidak menggunakan BA6 KWK (rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan di tingkat kecamatan atau distrik)

 

“BA6 KWK formnya tidak ada, dan hanya menggunakan kertas saja, dengan alasan kantor KPU Mimika saat itu sudah tutup dan tidak mendapatkan form BA6  KWK,” ungkapnya. 

 

Alasan lain, kata Wato, jumlah dukungan e-KTP yang diperoleh lima pasangan bakal calon berbeda dengan hasil rekapan yang dibuat. Dengan demikian, lima pasangan calon merasa ada kejanggalan, ditambah lagi terdapat banyak coretan dan penghapusan jumlah dukungan menggunakan tipe-X.

 

"Kan ada hitungan ada kegandaan tidak memenuhi syarat dan memenuhi syarat berapa banyak, ada banyak tipex dan perubahan sehingga lima bakal pasangan calon ini merasa ada yang salah dari proses yang dilakukan PPD Miru,”  jelasnya.

 

Baca Juga: Gubernur Papua dan Bupati Mimika Teken Pengambilan Saham Divestasi Freeport

 

Lanjutnya, Panwaslu sudah mengirim surat pemberitahuan ke KPU Mimika terkait  rekomendasi yang dibuat tersebut. Selanjutnya, KPU menyampaikan kepada PPD Miru untuk secepatnya melakukan pleno verifikasi ulang sehingga tidak menggangu tahapan yang telah berjalan.

 

"Surat sudah diberikan ke KPU Mimika, dan memberi waktu dua hari. Dan KPU sampaikan, besok PPD Miru akan melakukan hal tersebut," ungkapnya. 

 

Sebelumnya, tiga balon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Mimika 2018 dari jalur perseorangan yakni Mus Pigai-Allo Rafra (MUSA), Petrus Yanwarin-Alpius Edoway (Petraled), serta Maria Florida Kotorok-Yustus Way melaporkan PPD Miru ke Panwaslu Mimika.

 

Laporan tersebut terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PPD Miru dalam penetapan pleno hasil verifikasi faktual terhadap syarat dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati Mimika dari jalur perseorangan. 

 

Ketiga pasangan bakal calon ini menilai pleno hasil verifikasi faktual tersebut merugikan mereka dan terindikasi hanya menguntungkan salah satu pasangan calon.

 

Ketua Tim Pemenangan Petraled Erik Welafubun mengatakan, jumlah dukungan bakal calon perseorangan saat pleno di tingkat PPD Miru dibacakan duakali. Dimana yang pertama, pasangan HAM mendapatkan 14.125 dukungan, MUSA 4.229, Pertaled 3.531, Maria Kotorok dan Yustus Way 4118, Phi Bas 2.787, dan RnB 1.148.

 

Usai pembacaan, dua tim pendukung yang hadir yakni Pertaled dan MUSA melakukan keberatan. Namun PPD Miru tetap bersikukuh dan menyampaikan bahwa yang melakukan verifikasi faktual adalah PPS, sehingga PPD hanya mengumumkan saja.

 

“Kami tetap keberatan dan meminta dihitung ulang, dan lainnya minta dipending. Dari keberatan tersebut, mereka (PPD) dihadapan Panwas dan kami meminta pleno ini diskors,” terangnya.

 

Berselang beberapa menit kemudian, semua tim pasangan calon diminta masuk kembali untuk melanjutkan pleno. PPD Miru kemudian kembali membacakan hasil verifikasi, dimana HAM tetap mendapat 14.125 dukungan, MUSA 6.229, Pertaled 6.531, Maria dan Yustus Way 6.229, Phi Bas 6.787, RNB 6.148. (mjo/SP)