NABIRE I Ditengah kondisi geografis Papua dan Papua Barat yang terdiri dari pegunungan, perbukitan dan lembah curam, cuaca ekstrim,  hingga sejumlah permasalahan sosial tidak membuat gentar PLN untuk melistriki desa-desa terpencil.

 

Petugas PLN yang ada di lapangan menjadi garda terdepan, untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik sampai rumah warga.

 

Salah satu wujud nyata pelistrikan desa yang dilakukan oleh PLN di Bumi Cendrawasih, yakni keberhasilan PLN dalam melistriki desa di 191 desa. Dan 74 desa diantaranya dilaunching pada 20 desember 2017 oleh Presiden RI Joko Widodo. Hal ini sebagai kado istimewa bagi warga di desa pedalaman Papua dan Papua Barat dari PLN.

 

Khusus untuk Nabire, pada Desember ini  ada dua desa yang dilistriki PLN, yakni Bomopay dan Parauto yang terletak di Distrik Yaro. Kedua desa ini  mendapatkan suplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nabire dengan kapasitas 20 MW.

 

Desa Bomopay sendiri berjarak 60 km dari pusat kota Nabire, dengan 63 kepala keluarga (KK) yang berlatar belakang penduduk sebagai petani. Untuk memasok kelistrikan di desa tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 3,25 kms. Selain itu, PLN juga membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 1 kms dan gardu 50 kVA.

 

Sementara untuk Desa Parauto berjarak 66 km dari pusat kota Nabire, dengan 48 KK yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. PLN telah membangun JTM 6,25 kms, JTR 0,9 kms dan gardu 25 KVA, untuk menyalurkan listrik ke rumah warga.

 

"Banyak tantangan yang dihadapi dalam pemasangan listrik di desa-desa terutama pedalaman Papua dan Papua Barat, diantaranya mobilisasi alat, khususnya medan yang sangat berat dan beberapa masalah sosial., Namun senyum puas warga yang menerima listrik, menjadi kebahagiaan kami dan memacu kami untuk terus melistriki desa-desa lainnya," ungkap Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Ahmad Rofik, di Nabire melalui release yang diterima seputarpapua.com, Rabu (20/12/17).

 

Rofik melanjutkan, untuk 74 desa total investasi yang dilakukan PLN sebanyak Rp150 Milyar, dengan jumlah 1040 KK yang rumahnya sudah tersambung. Sedangkan, potensi pelanggan yang belum tersambung 2.700 KK. Dan untuk melistriki satu KK membutuhkan biaya Rp150 juta, yang dikarenakan beratnya geografis desa.

 

Pembangunan listrik pedesaan merupakan salah satu Program Strategis Pemerintah untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan Rasio Desa Berlistrik. Dalam dua tahun terakhir, PLN Wilayah Papua & Papua Barat telah berhasil meningkatkan Rasio Elektrifikasi Provinsi Papua dari 45,93% menjadi 50,11%, dan Rasio Desa Berlistrik dari 22,02% pada tahun 2015 menjadi 29,53% pada tahun 2017. Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat, Rasio Elektrifikasi meningkat dari 82,7% menjadi 91,76% dan Rasio Desa Berlistrik

dari 33,23% pada tahun 2015 menjadi 54,47% pada tahun 2017.

 

Sementara dalam penyusunan Roadmap Papua terang mengacu pada data Potensi Desa (PODES) yang diterima dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM dan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan data PODES tersebut jumlah desa di Provinsi Papua dan Papua Barat yang belum berlistrik pada tahun 2016 sebanyak 2.376 desa.

 

Dari 2.376 desa tersebut, 1.941 desa akan dilistriki secara pra-elektrifikasi oleh Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM menggunakan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), sehingga desa yang harus dilistriki PLN sampai dengan tahun 2018 sebanyak 435 desa.(mjo/SP)

TIMIKA | Presiden Joko Widodo membagikan sebanyak 2.568 sertifikat tanah kepada masyarakat yang berasal dari Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

TIMIKA |  Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, meresmikan Koperasi Destiny Generasi Papua milik Gereja Apostolik, yang berada di halaman gereja, Jalan Berdikari, Selasa (19/12/17). Koperasi milik Gereja Apostolik ini, merupakan koperasi pertama milik gereja yang berada di Mimika.

TAMBANAN I Keberhasilan program Pamsimas atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat yang berkembang di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, sejak 2014 lalu mengantarkan penghargaan bagi Kabupaten Tabanan.