All for Joomla All for Webmasters
Selasa, 19 Desember 2017 05:54

Pedagang Pernak Pernik Natal di Timika Mengaku Sepi Pembeli

TIMIKA I Seminggu menjelang perayaan Natal, masyarakat yang akan merayakan Natal mulai memburu sejumlah pernak pernik Natal, mulai dari Pohon Natal dan hiasannya. Hanya saja, penjualan pernak pernik Natal di Timika, Papua cenderung menurun karena sejumlah faktor. Salah satunya, karena ribuan karyawan PT Freeport Indonesia melakukan mogok kerja.

Arman, salah satu pedagang pernak pernik Natal  mengaku, jika pada tahun 2016 lalu pendapatan perharinya bisa mencapai Rp25 - 50 juta. Namun, untuk tahun ini pendapatan perharinya hanya Rp10 - 15 juta.

Menurut Arman, menurunnya pendapatan perhari tersebut dipengaruhi oleh situasi ekonomi di Kabupaten Mimika saat ini akibat beberapa faktor, seperti PHK "sepihak" ribuan karyawan PT. Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor pada pertengahan 2017 lalu.
     
"Kalau 2016 lalu itu kita melayani banyak pembeli dari pagi sampai malam. Kalau untuk sekarang memang kebanyakan pembeli itu pada malam hari saja, pagi dan siang agak sepi," kata Arman ditemui di tokonya, di Jalan Yos Sudarso, Selasa (19/12/2017).

Untuk harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung jenis barang, mulai dari harga Rp10 ribu hingga Rp3 juta. Sementara itu, barang-barang yang paling diminati pembeli adalah hiasan-hiasan pada pohon Natal seperti bola, lampu dan lainnya.

Menurunnya pendapatan perhari pedagang pernak-pernik Natal juga ikut dirasakan Udin. Kata Udin, tahun ini ia hanya bisa mendapatkan Rp3 - 5 juta perhari. Padahal, bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, ia bisa mengahasilkan pendapatan perhari Rp5 - 10 juta.

"Tahun ini benar-benae sepi,  tidak seperti tahun lalu," keluh Udin. (ipa/SP)