All for Joomla All for Webmasters

 

Minggu, 18 Februari 2018 11:10

BPS: Ekspor Papua Turun 50,80 Persen

JAYAPURA | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan nilai ekspor Papua pada Januari 2018 turun hingga 50,80 persen atau dari sebelumnya 536,72 juta dolar AS pada Desember 2017, menjadi 264,49 juta dolar AS.

 

Kepala BPS Papua Simon Sapary, di Jayapura, Minggu (18/2) menjelaskan, penurunan tersebut dipicu nilai ekspor golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) yang nilainya turun 50,81 persen.

 

"Nilai ekspor HS26 tercatat senilai 260,45 juta dolar AS atau menurun 50,81 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan sebelumnya yang senilai 529,45 juta dolar AS," ujarnya.

 

Untuk golongan Kayu dan Barang dari Kayu (HS44) yang jenis komoditi utamanya berupa kayu lapis, nilai ekspornya berkurang sebesar 4,77 juta dolar AS atau turun 60,62 persen.

 

Sedangkan golongan Non Migas lainnya mengalami peningkatan ekspor hingga 218,75 persen, dimana tiga komoditi dengan nilai ekspor terbesar adalah ban kendaraan konstruksi/industri (75,28 persen), rokok (3,20 persen), dan aksesoris peralatan audio elektronik (2,35 persen).

 

"Pada Januari 2018 tercatat adanya ekspor golongan Ikan dan Hewan Air Lainnya (HS03) dari Jayapura ke Papua Nugini berupa udang yang nilainya sangat kecil yaitu 1,16 dolar AS," kata dia.

 

Simon menyebut untuk ekspor ke enam negara utama pada Januari 2018, yaitu ke Spanyol, Jepang, Filipina, Korea Selatan, India dan Tiongkok, nilainya 260,45 juta dolar AS atau menurun 51,19 persen dibanding nilainya pada Desember 2017 yang sebesar 533,64 juta dolar AS.

 

"Negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor terbesar adalah Arab Saudi dengan nilai ekspor 2,31 juta dolar AS, dimana komoditi yang diekspor adalah berupa kayu lapis," kata Simon. (Ant/SP)