All for Joomla All for Webmasters

 

Kamis, 22 Februari 2018 08:43

Wow... Hutang Pelanggan Listrik di Mimika Mencapai 4 Miliar

TIMIKA | Sampai saat ini tunggakkan listrik  pelanggan PLN di Mimika mencapai Rp4 miliar. Tunggakan terbesar berasal dari pelanggan yang berada di wilayah Kwamki Narama.

Manager PT PLN (Persero) Area Timika, Salmon Kareth mengatakan, sampai dengan bulan berjalan ini tunggakkan listrik dari pelanggan PLN di Mimika sebesar Rp4 miliar. Tunggakan tersebut berasal dari pelanggan umum, kantor dan dinas dilingkup Pemkab Mimika, BUMN, BUMD, dan instansi lainnya.

“Untuk pelanggan di lingkup Pemkab Mimika sebesar Rp200 juta. Selebihnya merupakan pelanggan umum,” kata Salmon Kareth saat ditemui diruang kerjanya di Timika.

Kata dia,  jumlah tunggakan paling besar adalah pelanggan umum yang ada di Kwamki Narama. Dimana di daerah tersebut seperti  diketahui bersama masih ada konflik sosial antara kelompok masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang pindah dari tempat tersebut, namun belum menyelesaikan tunggakan listrik.

“Dari total tunggakan tersebut, sebagian besar didominasi oleh tunggakan lama yang mencapai hingga Rp3 miliar. Ini karena, ada pelanggan yang tidak membayar rekening listrik hingga 50-60 bulan,” katanya.

Ia mengatakan, dengan tunggakan sebesar Rp4 miliar ini secara otomatis sangat mengganggu biaya operasional maupun produksi PLN. Dimana PLN Area Timika ini menggunakan BBM solar, yang setiap harinya membutuhkan 130 kiloliter (ton) dan setiap bulannya membutuhkan 3900 ton.

Phaknya mengimbau kepada warga yang  masih menunggak pembayaran rekening listrik agar segara melunasi dalam waktu dekat ini. Jika tidak dilunasi PLN akan mengambil kebijakan lebih tegas lagi.

“Ya kami ini pakai solar, sehingga sangat berpengaruh pada operasional. Karenanya perlu dukungan pihak-pihak terkait untuk menangani ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya tunggakan ini, khususnya pada pelanggan di daerah Kwamki Narama, pihaknya berharap ada dukungan dari Pemda Mimika untuk bisa menutupi. Apalagi kebanyakan pelanggan di Kwamki Narama adalah orang Papua.

“Kami harap Pemda bisa menutupi tunggakan listrik bagi pelanggan di Kwamki Narama. Walaupun kami selaku perusahaan Negara yang memiliki kewajiban untuk mengalirkan listrik, tetapi ada keterbatasannya,” ungkapnya.(mjo/SP)