All for Joomla All for Webmasters

 

Selasa, 13 Maret 2018 11:54

Seratusan Pedagang Mama Papua Dibangunkan Gedung Layak 

TIMIKA | Seratusan lebih pedagang Mama-mama Papua di Kelurahan Timika Jaya (SP 2), Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika dipastikan segera menempati gedung baru akhir tahun ini atau selambat-lambatnya awal tahun 2019 mendatang. 

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Bernadinus Songbes mengatakan, pihaknya akan membangun dua blok gedung pasar khusus bagi Mama-mama Papua yang kini berjualan di pinggiran jalan raya SP 2, poros Timika - Kuala Kencana. 

 

“Minimal desember ini mama-mama Papua sudah tidak ada yang jual di pinggir jalan. Dua blok pasar akan kami bangun di lokasi pasar swadaya SP 2, nanti menghadap ke jalan. Gedung tua di lokasi itu akan menjadi lahan parkir,” kata Songbes di Timika, Selasa (13/3). 

 

Disperindag Mimika telah melakukan pendataan pedagang Mama-mama Papua yang berjualan di kawasan SP 2. Ada sekitar 100an lebih pedagang yang terdata dipastikan akan tertampung dalam dua blok pasar baru yang akan dibangun di tahun anggaran 2018 tersebut. 

 

“Pasar ini dibuat khusus untuk mama-mama Papua. Kalau bangunan ini sudah selesai, pedagang mama-mama Papua di pinggir jalan sudah bisa ditertibkan ke dalam gedung baru yang lebih layak,” ujar Songbes. 

 

Pembangunan gedung pasar untuk merelokasi pedagang yang berjualan di pinggir jalan, kata Songbes, dilakukan untuk mendorong pedagang asli Papua berdaya saing dalam memasarkan hasil kebun dan pertanian mereka. 

 

Disamping itu, program ini juga mendukung ketertiban jalan raya dan keindahan kawasan perkotaan, guna Mimika meraih Adipura (penghargaan kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan) menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) dimana Papua didaulat sebagai tuan rumah dan Mimika menyelenggarakan lima cabang olahraga. 

 

“Salah satu penghambat meraih adipura adalah pasar, pedagang berjualan di jalan raya. Orang melintas di jalanan hanya melihat orang jualan di tanah, dan itu masyarakat asli Papua. Kalau mereka sudah duduk di bangunan mewah, tentu sangat baik bagi sebuah kemajuan,” katanya. 

 

Sementara itu, Songbes mengakui jika fasilitas gedung Pasar Sentral Timika memang masih sangat terbatas sehingg beberapa kawasan lain yang menjadi tempat Mama-mama Papua berjualan belum bisa ditertibkan. Sebab, ratusan Mama-mama Papua akan kesulitan jika ditertibkan sementara gedung pasar belum memadai. 

 

“Saya sudah diskusi dengan kabid perdagangan bahwa minimal kita koordinasi dengan Satpol PP dulu sebelum dilakukan penertiban secara menyeluruh. Sebab tempat mereka harus benar-benar siap sebelum itu dilakukan,” jelasnya. (rum/SP)