All for Joomla All for Webmasters
Rabu, 14 Maret 2018 13:00

Ratusan Pedagang Pasar Sentral Mengeluh ke KKJB Mimika

Suasana pertemuan ratusan pedagang sayur Pasar Sentral Timika mengeluh di Sekretariat KKJB Mimika Suasana pertemuan ratusan pedagang sayur Pasar Sentral Timika mengeluh di Sekretariat KKJB Mimika

TIMIKA | Ratusan pedagang sayur di Pasar Sentral datang ke Sekretariat Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) di Jalan Budi Utomo Ujung, Rabu (14/3). Kedatangan para pedagang ini untuk berkeluh kesah terhadap kondisi di Pasar Sentral.

 

“Sekitar jam 10.00 WIT, ratusan pedagang sayur datang ke Sekretariat KKJB. Saya kaget, kenapa para pedagang ini datang ke kami untuk berkeluh kesah,” kata Ketua KKJB Mimika, Imam Parjono saat ditemui wartawan di Sekreatriat KKJB.

 

Kata dia, ratusan pedagang ini datang ke KKJB untuk meminta tolong dan menyampaikan aspirasi tentang kebijakan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika. Dimana para pedagang  diminta untuk membongkar lapak-lapak dan disuruh masuk kedalam pasar yang sudah disiapkan pemerintah. 

 

“Sebenarnya para pedagang tidak keberatan. Tapi karena ukuran lapak seluas 1 x 90 meter yang disiapkan pemerintah tidak layak untuk jual sayur. Sedangkan pedagang ini menjual bermacam barang dagangan,” kata Parjono.

 

Selain itu kata dia, di dalam lapak sendiri terdapat kran air. Kelihatannya lapak tersebut disiapkan bukan untuk pedagang sayur, tetapi untuk pedagang ikan atau daging.

 

Para pedagang meminta KKJB memfasilitasi untuk dipindahkan ke lahan yang masih kosong. Para pedagang bersedia membangun lapak sendiri.

 

“Jadi kami diminta untuk memfasilitasi masalah para pedagang. Untuk bisa menyampaikan permasalahan ini ke Disperindag,” ujarnya.

 

Pihaknya akan merangkum semua aspirasi dari para pedagang untuk dijadikan satu tulisan atau surat. Selanjutnya, akan menghadap Kepala Disperindag untuk koordinasi supaya aspirasi masyarakat ini bisa didengar. 

 

“Saya akan koordinasi dengan Disperindag untuk aspirasi ini. Kalau nantinya tidak ada tanggapan, maka akan dibawa ke DPRD. Sehingga para pedagang bisa menyampaikan aspirasinya ke wakil rakyat,” ungkapnya. (mjo/SP)