All for Joomla All for Webmasters

Rabu, 04 April 2018 09:32

Dirjen Hubud Resmikan Penerbangan Kargo Subsidi Timika-Wamena

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Enda (dua dari kanan) Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Enda (dua dari kanan)

TIMIKA | Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan Maria Kristi Enda meresmikan penerbangan perdana subsidi angkutan udara untuk kargo tahun anggaran 2018 dari Timika ke Wamena dan Timika ke Dekai, Papua, Rabu (4/4). 

 

Usai peresmian yang dilakukan di Bandara Mozes Kilangin Timika, Maria Kristi mengatakan subsidi angkutan udara kargo tahun anggaran 2018 berbeda dengan 2017, karena subsidi tahun ini diberikan 100 persen.

 

"Jadi para pengusaha atau pemkab terkait yang menjadi rute program jembatan udara yaitu Timika ke Wamena dan Timika ke Dekai, pulang dan pergi gratis. 100 persen ditanggung negara," kata Kristi.

 

Selain itu, kata Kristi, tahun ini Kemenhub juga telah menambah rute baru yaitu yang sebelumnya hanya dari Timika ke Wamena pulang pergi, sekarang ada penerbangan subsidi angkutan udara kargo dari Timika ke Dekai.

 

Penambahan rute tersebut menurut Kristi, didasarkan pada hasil survei pihak Kemenhub, di Dekai terjadi disparitas harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan harga barang yang ada di Timika dan Jayapura.

 

"Ini kan program Presiden RI Joko Widodo yang bertujuan untuk memperkecil disparitas harga di wilayah pegunungan, perbatasan dengan wilayah perkotaan di pesisir pantai dan berdasarkan hasil evaluasi harga barang sudah mulai turun dengan program ini," ujarnya.

 

Program subsidi angkutan udara kargo tersebut merupakan realisasi jembatan udara dan kelanjutan dari program tol laut sebagai konektivitas angkutan dari laut, darat, dan udara untuk menyukseskan program Presiden RI Joko Widodo.

 

"Maskapai yang digunakan untuk melaksanakan program tersebut adalah Trigana Air sebagai pemenang tender. Sedangkan jenis pesawat yang digunakan adalah Boeing 737 seri 300 dengan kapasitas sekali angkut sebanyak 14 ton atau 28 ton per pekan," katanya. 

 

Kristi juga berharap agar selain memanfaatkan subsidi angkutan udara kargo untuk mengirim barang dari Timika, pesawat yang kembali dari Wamena atau Dekai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, kerajinan dan lain-lain. (Antara/rum/SP)