All for Joomla All for Webmasters

 

Senin, 06 November 2017 03:54

Ratusan Guru Honorer Segel Kantor Bupati Mimika

SEGEL - Ratusan guru honor di Mimika melakukan penyegelan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika untuk menuntut pembayaran insentif, Senin (6/11/17) SEGEL - Ratusan guru honor di Mimika melakukan penyegelan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika untuk menuntut pembayaran insentif, Senin (6/11/17)

TIMIKA I Ratusan tenaga pendidik non PNS (guru honorer) menyegel Pusat Kantor Pemerintahan Kabupaten Mimika yang di dalamnya termasuk kantor bupati setempat, di Kelurahan Karang Senang (SP 3), Distrik Kuala Kencana, Senin (6/11/17) pagi.

Penyegelan kantor oleh guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika ini, dilakukan lantaran belum adanya tindak lanjut mengenai insentif mereka yang tak kunjung dibayarkan.

Berdasarkan pantauan Jurnalis seputarpapua.com, ratusan guru honor menyegel gerbang masuk kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika. Mereka memalang akses masuk dengan menggunakan kayu dan batu berukuran besar.

Sementara di dalam area Pusat Kantor Pemerintahan Mimika, mereka menutup akses jalan dengan batang dan ranting pohon hingga tumpukan batu. Selain itu, mereka melakukan pembakaran ban bekas tepat di samping Kantor Dispendasbud Kabupaten Mimika.

Dari kondisi tersebut, para aparatur sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Mimika tidak memiliki akses keluar-masuk gedung perkantoran. Dimana para guru honor yang melakukan unjuk rasa, tak luput menduduki setiap pintu keluar-masuk.

Salah satu guru honor, Ignasius Rudin mengatakan, pemalangan terhadap Pusat Kantor Pemerintahan Kabupaten Mimika dilakukan untuk menuntut pembayaran insentif guru honor oleh Kepala Dispendasbud Mimika.

Menurutnya, Bupati sebelumnya sudah mengatakan, agar Kepala Dispendasbud segera melakukan pembayaran insentif guru honor. Dengan demikian, kepala dinas tidak memiliki alasan apapun lagi untuk menahan pembayaran insentif para guru yang telah menunaikan kewajibannya.

“Bupati dalam peryataannya kepada media, sudah memerintahkan Kepala Dispendasbud untuk membayarkan insentif guru honor. Tapi sampai sekarang hal itu belum dilakukan,” kata Ignasius saat ditemui disela-sela aksi.

Kalaupun hal itu belum ada keputusan, menurutnya, maka guru-guru honorer ini tetap akan melakukan aksi. Karena guru-guru honor ini sudah lelah dan capek menunggu pembayaran. Padahal sudah sering dilakukan pertemuan dan aksi yang hampir serupa hanya untuk menuntut pembayaran insentif.

“Kami sudah capek dan lelah menuntut hak kami. Sampai kapan ini terus begini. Dan anehnya Bupati selaku pimpinan kepala dinas sudah memerintahkan untuk bayar, tapi belum juga dilakukan. Ini ada apa sampai belum terbayarkan,” sesalnya. (mjo/SP)