All for Joomla All for Webmasters
Senin, 06 November 2017 08:29

Pemalangan Kantor Bupati Mimika Dibuka, Guru Honor Ancam Begini

Anggota Satpol PP dan Kepolisian saat mengangkat batu yang digunakan untuk memalang pintu masuk kantor Bupati Mimika Anggota Satpol PP dan Kepolisian saat mengangkat batu yang digunakan untuk memalang pintu masuk kantor Bupati Mimika

TIMIKA | Setelah dipalang selama kurang lebih 4 jam, pintu pagar kantor Bupati Mimika akhirnya berhasil dibuka oleh sejumlah aparat kepolisian dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (6/11/17).

Pembukaan pintu pagar dilakukan setelah adanya pembicaraan panjang antara sejumlah pejabat daerah dan kepolisian yang menemui para guru honor tersebut. Yang mana sebelumnya guru-guru mengancam tidak akan membuka pintu pagar hingga mereka bisa bertemu langsung dengan Bupati Mimika dan Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Kadispendasbud) Jeni O Usmany.

Asisten I Sekretariat Daerah Mimika Kristian Karubaba kepada para guru honor menjelaskan, bahwa Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Kadis Jeni Usmani saat ini sedang tidak berada di Timika, sehingga guru honor diminta untuk memahami dan mengijinkan pintu yang dipalang dibuka.

Pembukaan ini sendiri menuai protes dari sebagian guru-guru yang tidak ingin palang pintu dibuka, sebelum Kadispendasbud Jeni Usmany menemui mereka.

"Kenapa harus dibuka, kita sudah panas-panas di sini dari pagi baru dibuka ini percuma. Pak polisi dan bapak-bapak yang lain tanggung jawab kalau nanti dia tidak mau bayar," teriak salah satu guru dengan kesal.

Karena kesal palang pintu dibuka, sejumlah guru lainnya bahkan mengancam akan mendatangi rumah pribadi milik Jeni Usmany, karena mereka tidak percaya bahwa dirinya sedang tidak berada di Timika.

"Kita pergi ke dia punya rumah saja, dia pasti ada di Timika sini," seru para guru yang menggelar unjuk rasa.

Aksi ini dilakukan karena dana insentif yang merupakan hak mereka tak kunjung dibayar oleh Kadispendasbud Mimika, Jeni O Usmany.

Dalam aksi ini, guru honor menuntut agar Jeni Usmany segera membayar dana insentif sebagaimana telah diperintahkan oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Tidak hanya Bupati, Komisi C DPRD Mimika pada pertemuan 24 Oktober lalu di Kantor DPRD Mimika juga telah memerintahkan untuk permasalahan dana insentif dalam hal ini pembayaran segera dilakukan sebelum bulan Oktober selesai.

"DPRD sudah suruh bayar, Bupati juga sudah suruh bayar, kenapa dia (Jeni Usmany-Red) tidak bayar," teriak salah satu guru di depan pagar Kantor Bupati.

Kabag Ops Polres Mimika Kompol Tonny Upuya kepada wartawan mengatakan, aksi yang dilakukan oleh para guru masih dalam batas wajar yang mana tidak ada gerakan-gerakan yang sampai mengganggu kamtibmas.

"Mereka (guru honor) harap ada regulasi baik dari pemerintah seperti penjelasan, sehingga kebijakan yang diberikan Bupati harus terealisasi," katanya.

Ia juga berharap ada sinergitas antara semua pihak yang memiliki tanggung jawab untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan ini. (Nft/SP)