All for Joomla All for Webmasters

 

Senin, 13 November 2017 14:37

Gelar Demo, Guru Honor Pertanyakan Laporan ke Polres Mimika

Alex Renwarin Alex Renwarin

TIMIKA | Guru-guru honorer di Timika, Papua yang selama sebelas bulan tak kunjung menerima dana Tunjangan Tetap Penghasil (TTP) atau yang lebih dikenal dengan dana Insentif kembali menggelar aski demo di Kantor Pusat Pemerintahan (SP 3).

Saat aksi, para pendemo meluapkan kekesalan kekecewaan terhadap pihak kepolisian karena hinngga kini belum ada tindaklanjut penyelidikan atas laporan para guru terkaut dugaan penyalahgunaan dana insentif.

"Kinerja Kapolres Mimika kami pertanyakan! Kami solidaritas guru akan menyampaikan ini ke Polda Papua dan Kapolri untuk mencopot pihak-pihak terutama pimpinan Polres Mimika. Kami akan minta untuk copot," kata Ketua Solidaritas Guru, Alex Renwarin saat diwawancara di Depan Kantor Bupati Mimika, Senin (13/11/2017).

Ia berkeluh, hukum di Indonesia terkhusus di Mimika, Papua tajam kebawah dan tumpul keatas. Padahal, atas perintah Kapolres, pihaknya telah membuat Laporan Polisi (LP) pada Juli 2017 lalu, bahkan telah mengantongi Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Akan tetapi hingga saat ini laporan tersebut tidak ditindak sama sekali oleh kepolisian.

Bahkan, setelah membuat laporan tersebut, pihak kepolisian pernah meminta untuk memberikan barang bukti yang membuat Alex sebagai ketua solidaritas guru harus berkunjung ke Jayapura untuk mencari bukti yang dimaksud.

"Kami kasih masuk laporan bulan Juli, trus diminta barang bukti. Akhirnya saya ke Jayapura dan saya temukan ada didalam buku induk APBD soal dana TTP guru. Dan itu sudah kami masukkan sebagai barang bukti kepada kepolisian," jelasnya.

Lebih lanjut Alex menuturkan, tak hanya menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian bahkan tidak memberikan penjelasan kepada para guru tentang laporan yang tidak diproses tersebut.

"Sampai sekarang tidak ada komunikasi dari kepolisian.Kami minta pak Kapolres harus jelaskan,"

Alex mengaku kecewa karena tidak adanya informasi jelas mengenai kelanjutan kasus tersebut.

Kata dia, orang yang baru berencana atau telah mencuri satu ekor ayam saja langsung ditangkap, sedangkan uang sejumlah Rp 47 miliar tidak ditangkap. (Nft/SP)