All for Joomla All for Webmasters

Rabu, 04 April 2018 07:55

1.065 Warga Putus Sekolah Siap Ujian Kesetaraan

Ilustrasi Ilustrasi

 WAMENA | Sebanyak 1.065 warga putus sekolah pada berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, siap mengikuti ujian kesetaraan paket A, B, dan C pada 2018.

 

 "Peserta paket A sebanyak 235 orang, paket B 415 orang dan paket C sebanyak 415," kata Ketua Panitia Ujian Nasional Kabupaten Jayawijaya Hasuka Hisage di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (4/4).

 

 Peserta ujian kesetaraan dijadwalkan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada 16 hingga 20 April dan dilanjutkan dengan Ujian Nasional (UN) pada 23 April mendatang.

 

"Soal ujiannya sama dengan sekolah formal, tetapi kalau untuk USBN itu yang susun adalah Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Tetapi beberapa matapelajaran khusus seperti muatan lokal, prakarya dan lain-lain itu disusun oleh pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) sendiri," katanya.

 

Sebenarnya, kata dia, ada 40 PKBM di Jayawijaya namun hanya 22 PKBM yang mengusulkan daftar untuk dimasukan dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga pesertanya terdaftar sebagai peserta ujian 2018.

 

 "22 PKBM ini tersebar di beberapa distrik yang ada di Jayawijaya. Kami sudah pantau dan peserta ujian nanti adalah warga belajar yang ada di PKBM masing-masing," katanya.

 

Menurut dia, peserta ujian paket di Jayawijaya sudah terdaftar di Dapodik sehingga bisa diakomodasi untuk lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi apabila lulus ujian.

 

"Kami punya harapan peserta PKBM yang (pernah) putus sekolah ini bisa masuk ke jenjang yang lain karena sekarang sekolah formal dengan sekolah paket sudah setara. Jadi kalau sudah ada paket B, dia bisa masuk SMA, kalau selesai paket C bisa masuk ke perguruan tinggi," katanya.

 

Menurut dia, panitia pelaksanaan ujian telah membagi beberapa titik pelaksanaan ujian bagi peserta paket agar mudah diawasi dan seluruh peserta yang terdata bisa terakomodasi.(Antara/SP)