All for Joomla All for Webmasters

 

Selasa, 31 Oktober 2017 09:04

Bhintuka Dijadikan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

SIMBOLIS - Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Fauzie Usman kepada Kepala Kampung Bhintuka yang disaksikan Sekda Mimika Ausilius You SIMBOLIS - Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ahmad Fauzie Usman kepada Kepala Kampung Bhintuka yang disaksikan Sekda Mimika Ausilius You

TIMIKA I Kampung Bhintuka (SP 13) di Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dicanangkan sebagai desa/kampung sadar jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah itu, Selasa (31/10/17).

Pencanangan 'kampung sadar jaminan sosial' ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekda Mimika, Ausilius You, serta penandatanganan kerjasama oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Timika dan Kepala Kampung Bhintuka, disaksikan ratusan warga di Bhintuka.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Timika, Ahmad Fauze Usman mengatakan, Kampung Bhintuka dipilih menjadi contoh desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, karena mulai kepala kampung dan para aparaturnya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"SP 13 dipilih karena aparat kampungnya sudah terdaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dan kami akan dampingi terus agar masyarakatnya juga terdaftar," kata Ahmad.

Menurut Ahmad, program desa sadar jaminan sosial bertujuan menjangkau kepesertaan BPJS untuk masyarakat Mimika secara umum, khususnya angkatan kerja informal yang rata-rata berada di daerah pedesaan, pesisir dan pedalalam.

Untuk memperluas jangkauan program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Timika mengagendakan sosialisasi kepada semua aparat desa, kelurahan dan distrik pada November mendatang. Sehingga membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Lanjutnya, dengan sosialisasi ini, masyarakat pekerja informal minimal memiliki jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, dengan biaya yang cukup murah yaitu Rp16.800, dimana Rp10 ribu untuk kecelakaan kerja dan Rp6.800 untuk jaminan kematian.

"Untuk sosialisasi ini, kami masih jangkau kampung-kampung yang berada di wilayah kota," ujarnya.

Ia menambahkan, pekerja informal seperti petani, tukang ojek dan pedagang sebagian besar belum terlindungi. Dengan pencanangan ini, pihaknya berharap Bhintuka menjadi contoh untuk memberikan arahan kepada masyarakat kampung tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sementara Sekda Mimika, Ausilius You mengatakan, Pemkab Mimika mendukung sepenuhnya program tersebut. Ini karena dinilai sangat penting dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Sekda You mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan sekiranya mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan program jaminan kecelakaan, kematian, hari tua maupun jaminan pensiun.

"Ini program bagus, jadi diharapkan semua masyarakat bisa jadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Sehingga akan terlindungi disaat terjadi kecelakaan kerja," tuturnya. (mjo/SP)