All for Joomla All for Webmasters
Rabu, 08 November 2017 08:27

Perusahaan di Kuala Kencana Diwajibkan Membeli Noken Kelompok Unggan Wule

Suto H. Rontini Suto H. Rontini

TIMIKA | Perusahaan (Kontraktor dan Subkontraktor) yang akan beroperasi di Kuala Kencana diwajibkan membeli noken hasil kerajinan kelompok Unggan Wule di Kelurahan Kuala Kencana. Hal ini merupakan kebijakan yang dibuat oleh Kepala Kelurahan Kuala Kencana, Suto H. Rontini  sebagai bentuk pengembangan kelompok yang telah dibentuk dan dibina.

Suto saat diwawancara mengatakan, kebijakan ini  diberlakukan bagi perusahaan yang ingin membuat surat ijin domisili perusahaan di dalam Kuala Kencana. Yang mana sebelum disetujui dan ditandatangani, perusahaan harus membeli 5 noken dari kelompok tersebut.

“Saya wajibkan untuk membeli noken dari kelompok Unggan Wule. Harus ada nota dulu dari kelompok baru saya tandatangan,” kata Suto di Hotel Horison, Timika, Rabu (8/11/2017).

Ia mengungkapkan, perusahaan  juga tidak harus keberatan dengan kebijakan yang dibuat, karena ini juga dilakukan sebagai respon dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini tidak pernah dilaksanakan oleh  perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kuala Kencana. Menurutnya, perusahaan lebih fokus untuk masyarakat di luar Kuala Kencana tanpa memperhatikan keadaan di dalam lingkungannya.

“Mana ada kontraktor atau subkontraktor yng bikin program CSR di dalam Kuala Kencana? Mereka itu, semut diseberang pulau mereka lihat, tapi gajah di depan mata tidak lihat,” tuturnya.

Suto menjelaskan, setelah membenntuk, kelompok tidak langsung dilepas begitu saja akan tetapi harus dibina dan juga dibantu untuk mengembangkan kelompok. Salah satu pengembangan yang bisa dilakukan ialah dengan menyeediakan pasar untuk penjualan hasil kerajinanang telah dibuat oleh anggota kelompok.

“Masyarakat punya hasil, tapi kembali lagi kita lihat ketersediaan pasar. Mau bikin produk sehebat apapun kalau tidak ada pasar juga percuma,´katanya.

Ia menambahkan, saat ini hanya ada satu kelompok yang dibentuk. Kelompok ini  tidak hanya dilatih untuk membuat noken, tetapi kedepan jika ada pelatihan yang dibuat oleh SKPD teknis, kelompok ini akan diikutkan untuk menambah pengetahuan dalm hal ini keterampilan untuk menciptakan kerajinan yang bisa untuk dijual.

“Kami belum ada rencana untuk membuat kelompok baru, satu ini akan menjadi pilot project dulu untuk kedepan dikembangkan. Percuma juga bikin banyak klompok tetapi tidk dibina sampai berhasil,” tambahnya. (Nft/SP)