All for Joomla All for Webmasters

 

Jumat, 10 November 2017 11:39

29 Kabupaten-Kota se-Papua Ikuti Bimtek Etika Komunikasi

TIMIKA | Sebanyak 29 kabupaten kota se Provinsi Papua mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi dan Bimtek Etika Komunikasi Pembawa Acara (Master of Ceremony) dalam Keprotokolan tahun 2017 di Hotel Serayu, Timika, Jumat (10/11/2017).

Sekretaris Daerah Mimika Ausilius You saat membacakan sambutan Gubernur Papua Lukas Enembe, disampaikan bahwa sesuai dengan Undang-undang nomor 9 tahun 2010 tentang keprotokolan dan Peraturan Presiden Nomor 167 tahun 2014 tentang tata cara pelantikan khusus keprotokolan terkait sebagaimana gubernur bupati dan walikota.

Ia mengatakan, secara etimologi etika berasal dari kata Ethos, bahasa Yunani Kuno yang berarti Adat, Kebiasaan, norma-norma dan kaidah bagi tingkah laku manusia.

"Bisa dibilang etika itu sikap dan perilaku dalam pergaulan sesama manusia. Etika juga bisa untuk mempertimbangkan dan memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambil suatu keputusan," tuturnya.

You mengungkapkan, dalam perkembangan Undang-undang nomor 9 tahun 2010 keprotokolan menjadi acuan institusi pemerintahan dan berlaku secara universal.

Dia berharap dengan Bimtek ini, pembawa acara dalam keprotokolan tahun 2017 dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas sebagai pembawa acara baik dari lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten kota.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol Biro Humas dan Protokol Provinsi Papua, Gilbert Yakwart mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi keprotokolan yanv telah dilaksanakan pada 6 November lalu di Jayapura.

Gilbert menyatakan, tujuan kegiatan ini adalah  bagaimana tata cara pelayanan keprotokolan kepada unsur pimpinan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

"Hari ini seluruh kepala bagian, kepala sub bagian protokoler se-Provinsi Papua berkumpul di Timika merupakan tuan rumah dalam kegiatan ini," katanya.

Acara ini dikatakan, dikhususkan pada teknik etika komunikasi pembawa acara, untuk itu dalam Bimtek dihadirkan pembawa acara yang menjabat sebagai Kasubag Humas,  Kasubag Protokol maupun staf Humas. Tidak hanya itu Bimtek ini juga menghadirkan narasumber dari Kantor Kepresidenan di Jakarta.

"Pada prinsipnya tata cara pembawa acara sudah jelas tetapi terkadang disesuaikan dengan kondisi daerah," tuturnya.

"Contoh kemarin ketika diadakan protokol provinsi yang mana narasumber berasal dari Jakarta cukup heran ketika kegiatan dimulai dengan doa, biasanya diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Ini situasional dan Kita sesuaikan perintah dari pimpinan dalam hal ini yang penting tidak keluar dari aturan yang ada," tambah Gilbert. (Nft/SP)