All for Joomla All for Webmasters
Senin, 11 Desember 2017 10:46

Korban Kebakaran Pasar Swadaya SP 2 Butuh Bantuan Pemerintah

Korban kebakaran mengharapkan bantuan Korban kebakaran mengharapkan bantuan

TIMIKA – Sedikitnya 13 lapak/kios di pasar tradisional (swadaya) SP 2, Kelurahan Timika Jaya, Kabupaten Mimika, ludes dilalap api pada Jumat (8/12) malam lalu. Seluruh barang jualan dalam kios tersebut hangus terbakar tanpa sisa.

Para korban kini berharap dukungan dari pemerintah daerah dan pihak manapun yang peduli atas kejadian ini. Para korban kehilangan seluruh dagangan, harta benda, dan tempat mereka mencari nafkah. Mereka benar-benar dalam situasi sangat sulit pasca kebakaran itu.

Kini para korban kebakaran telah mendirikan tenda kecil dan meletakkan beberapa kotak sumbangan di tengah puing-puing sisa kebakaran. Namun, belum nampak adanya pihak manapun datang memberikan sedikit bantuan kepada para korban di lokasi kebakaran.

Adapun kebakaran tersebut terjadi setelah seorang pemilik kios terlibat adu mulut dengan seorang warga akibat permasalahan uang sisa belanja. Pemilik kios diduga sempat menikam seorang warga hingga menyulut aksi pembakaran. Warga dan para pedagang pun sempat bersitegang hari itu.

Pengelola pasar swadaya SP 2, Agustinus Anggaibak telah mempertemukan warga dan para pedagang, Senin (11/12) . Dalam pertemuan tersebut, para pedagang meminta jaminan keamanan dan berharap lapak-lapak mereka yang terbakar bisa dibangun kembali.

“Kami korban kebakaran tidak tahu menahu dengan masalah. Kami harap kios-kios yang terbakar habis bisa dibangun kembali. Kami tidak akan dendam dengan pelaku, asalkan kami bisa kembali jualan dan cari nafkah di sini,” ujar seorang pedagang.

Selain itu, para pedagang meminta pengelola pasar dan aparat keamanan agar memberi rasa aman bagi mereka. Mereka juga meminta agar tidak lagi ada penjualan bensin di area pasar yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Kemudian, jangan ada orang mabuk di pasar. Mereka ini yang selalu menimbulkan masalah. Begitupun aktifitas perjudian seharusnya tidak boleh ada dalam pasar karena ini salah satu biang dari masalah,” kata para pedagang.

Menyikapi hal tersebut, pengelola pasar swadaya SP 2, Agustinus Anggaibak, berharap pemerintah daerah memberikan perhatian. Perlu ada penanganan darurat bagi para korban. Apalagi mereka tidak punya rumah dan hanya bergantung pada usaha jualan mereka di pasar.

“Tempat tinggal para korban ini hanya di pasar. Kebanyakan tidak punya rumah. Mereka sudah tinggal di pasar dan mencari nafkah di situ. Kasian mereka. Paling tidak pemerintah melalui dinas sosial memberi sedikit bantuan,” katanya.

Agustinus juga berharap pihak kepolisian segera memproses masalah ini, mulai dari kejadian penikaman hingga peristiwa kebakaran. Dengan begitu, nantinya akan ada titik terang terkait siapa yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Ke depan, kami minta jaminan keamanan kepada kepolisian maupun Babins dari Kodim. Kendaraan patroli juga harus masuk memantau situasi dalam pasar,” imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa setelah adanya pertemuan, baru dipastikan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Dimana petugas pemadam kebakaran sempat disibukkan melakukan pencarian seorang balita yang dikabarkan terjebak dalam kobaran api.

“Jadi tidak ada korban jiwa. Hanya saja, memang seluruh harta benda dan jualan para pedagang habis terbakar. Bahkan ada pedagang yang keluar hanya dengan pakaian di badan,” ungkap Agustinus.

Diberitakan sebelumnya, seorang saksi mata, Yuda mengatakan, awalnya ada sekelompok orang berbelanja di salah satu kios lainnya di dalam pasar. Kemudian terjadi keributan akibat masalah uang sisa belanja.

"Mereka ribut, masalah uang kembalian di kios. Mereka (diduga pelaku pembakaran) banyak orang," kata Yuda.

Saat keributan, menurut Yuda, pemilik kios sempat menikam pelaku. Dari situ para pelaku beringas dan mengejar sang pemilik kios. Mereka menduga target bersembunyi dalam salah satu kios sehingga langsung membakar kios tersebut.

"Pemilik kios sempat tusuk salah satu dari mereka. Dari situ mereka makin marah. Kemudian, dia pikir yang tikam itu lari dan bersembunyi di dalam kios. Mereka lalu bakar kios itu. Api kemudian merembet ke kios lainnya," ujarnya. (rum/SP)