All for Joomla All for Webmasters
Selasa, 19 Desember 2017 08:48

Imigrasi Tembagapura Catat WNA Asal Negara ini Paling Banyak di Timika

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Jesaja Samuel Enock (kedua kiri) Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Jesaja Samuel Enock (kedua kiri)

TIMIKA | Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura menerbitkan sebanyak 1.333 Ijin Tinggal Terbatas (ITAS) untuk warga Negara asing (WNA) yang masuk di Timika, Papua, untuk bekerja atau mengunjungi keluarga sepanjang 2017. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Jesaja Samuel Enock mengatakan, ITAS diterbitkan untuk WNA asal lima negara terbanyak antaralain Australia 518 orang, Amerika Serikat 212 orang, Afrika Selatan 148 orang, Filipina 117 orang, dan Kanada 116 orang. 

 

"Sementara ijin tinggal tetap (ITAP) diterbitkan hanya utnuk satu orang asal Belanda dengan tujuan datang ke Indonesia untuk penyatuan keluarga," kata Samuel dalam Konferensi Pers tentang capaian akhir Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura sepanjang tahun 2017," Selasa (19/12).

 

Menurutnya, tujuan kedatangan seribu lebih WNA tersebut adalah untuk bekerja di beberapa perusahaan (paling banyak di PT Freeport Indonesia). Sisahnya berkunjung dalam rangka penyatuan keluarga. 

 

Samuel memastikan pihaknya belum menemukan kasus terkait tenaga kerja asing (TKA) non prosedural selama 2017.  Seperti diketahui terdapat ribuan TKA sedang bekerja di area tambang milik Amerika Serikat di Tembagapura, Timika. 

 

"Tapi indikasi ke depan terkait pelanggaran itu pasti ada. Karena pengurusan paspor bisa lebih fleksibel, siapapun bisa membuat paspor tanpa harus berdasarkan domisili (KTP)," jelasnya. 

 

Terbitkan 1.974 Paspor

 

Sementara itu, Imigrasi Tembagapura sepanjang 2017 telah menerbitkan sebanyak 1.974 Paspor. Jumlah ini meningkat 9 persen dari tahun 2016 yaitu sebanyak 1.749 Paspor. 

 

"Dengan meningkatnya aktifitas pembangunan di Timika, maka akan banyak orang asing masuk, entah itu bekerja, kunjungi keluarga, kegiatan keagamaan, maupun investor asing," kata Samuel.

 

Disamping itu, Imigrasi Tembagapura juga menjalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam hal pembayaran PNBP Keimigrasian dan layanan passport delivery service, serta penempatan mobil pos keliling di kantor imigrasi. 

 

"Dengan penerbitan Passport, ijin tinggal sementara, terbatas, maupun tetap tentu ikut membuat PNBP atau pajak untuk penerimaan negara juga meningkat," jelasnya. (rum/SP)