All for Joomla All for Webmasters

 

Minggu, 07 Januari 2018 12:23

ORARI dan Perguruan Wali Suci Gelar Maulid Nabi 

Suasana Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H yang digelar oleh ORARI Lokal Timika dan Perguruan Wali Suci Suasana Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H yang digelar oleh ORARI Lokal Timika dan Perguruan Wali Suci

TIMIKA I Untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyyah atau silaturahmi, Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) Lokal Timika dan Perguruan Wali Suci menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, yang dipusatkan di Sekretariat ORARI Lokal Timika, Jalan Gaharu, Minggu (7/1).

 

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW diwarnai dengan penyampaian tausiyah oleh Ustad H Abdul Muthalib Elwahan. Ia mengatakan, kehadiran Nabi Muhammad SAW ada beberapa tujuan yang diinginkan,  pertama membebaskan manusia dari kekufuran dan materi. 

 

"Ini mengandung makna, sebagai umat manusia tidak diperbolehkan menyekutukan Allah SWT, karena balasannya adalah neraka. Karenanya Nabi Muhammad SAW datang untuk mengajarkan hal-hal yang diridhoi oleh Allah SWT, yakni Islam"

 

Kedua, membebaskan manusia dari kebodohan. Dimana pada Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW adalah Surat Al Alaq, ayat 1-5 yang diterima di Gua Hiro.

 

"Surat Al Alaq menjelaskan manusia untuk membaca, dengan demikian Nabi Muhammad membebaskan manusia dari kebodohan," jelas Muthalib. 

 

Ketiga, lanjut Muthalib, membebaskan manusia dari belunggu ras dan diskriminasi. Ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT tidak membedakan suku dan golongan, sehingga sebagai ciptaannya tidak diperbolehkan untuk membeda-bedakan, apalagi Indonesia ini terdiri dari berbagai suku budaya dan agama.

 

"Orang Indonesia tidak diperbolehkan membedakan, karena kita semua adalah satu negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)," jelasnya.

 

Ia menambahkan, dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita harus bisa menauladani apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan terus memakmurkan apa yang diajarkan agar bisa senantiasa masuk surga.

 

Sementara Ketua ORARI Lokal Timika, H Munawir Yakub mengatakan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi, sehingga bisa mempersatukan seluruh elemen masyarakat di Mimika.

 

"Ini sebagai langkah untuk membangun silaturahmi dan kerukunan di Mimika. Sehingga toleransi umat beragama semakin kuat dan tidak mudah terpecah belah," ungkapnya. (mjo/SP)