All for Joomla All for Webmasters
Sabtu, 18 November 2017 07:23

Identitas Budaya Harus Dilestarikan

Bupati Asmat Elisa Kambu ketika menghadiri pemilihan putri Atsj 2017. Bupati Asmat Elisa Kambu ketika menghadiri pemilihan putri Atsj 2017.

ASMAT I Paroki Atsj, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat menggelar pemilihan Putri Atsj tahun 2017, Kamis (16/11/2017).

Kegiatan yang bernuansa adat ini bertujuan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang terdapat di masyarakat.

Pastor Paroki Atsj, Eko OSC selaku Ketua Panitia Pemilihan Putri Atsj 2017 mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terkait adat dan budaya, terutama untuk mengangkat kearifan lokal.


“Kami yang kemas dalam pemilihan Putri Atsj ini tujuannya untuk mengangkat kearifan lokal, khususnya di kalangan generasi muda,” kata Pastor Eko.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan peristiwa yang indah, karena menjunjung semangat Bhineka Tunggal Ika. Selain anak-anak asli Papua, pemilihan putri Atsj melibatkan putri-putri non Papua dari berbagai latar belakang sosial.

“Pesertanya ada 20 orang dari berbagai latar belakang sosial budaya. Mereka kami karantina selama 1 minggu untuk dibina dan didampingi. Konsep kami adalah adat budaya, sehingga sedikit mungkin bersentuhan dengan adat dan budaya,” tandasnya.

Pemilihan Putri Atsj 2017 dihadiri oleh Bupati Asmat Elisa Kambu, Sekda Asmat Bartholomeus Bokoropces, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tamu undangan dari Agats.

“Terima kasih kepada Paroki Atsj yang berinisiatif mengembangkan minat anak-anak muda di sini. Ini sesuatu yang luar biasa karena sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pariwisata daerah,” kata Bupati Asmat, Elisa Kambu.

Menurut bupati, kegiatan pemilihan putri yang dilaksanakan Paroki Atsj tersebut merupakan bagian dari upaya mempromosikan seni dan budaya Asmat, sehingga orang dari luar daerah semakin berminat datang ke kabupaten itu.

Elisa Kambu berpesan agar generasi muda mempertahankan identitas budaya Asmat, salah satunya melalui kegiatan pemilihan putri tersebut. Ia juga berharap agar kegiatan serupa tidak hanya di tingkat distrik, tetapi dilanjutkan hingga kabupaten.

“Khusus untuk anak-anak,  kita orang Asmat punya identitas atau jati diri. Oleh karena itu harus dilestarikan, dan mampu ditampilkan dalam berbagai kesempatan. Kegiatan ini juga sebagai bekal untuk lebih berbakat lagi,” pungkasnya. (NT/SP)