All for Joomla All for Webmasters
Selasa, 21 November 2017 02:48

Dispar Asmat Promosikan Ukiran di Luar Papua

ASMAT I Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Asmat terus menggenjot potensi pariwisata Asmat. Salah satunya dengan melakukan promosi keluar daerah Papua, antara lain di Bali, Jakarta dan Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Asmat, Simon Junumpit mengatakan, potensi pariwisata yang kini digenjot ke luar daerah adalah hasil kerajinan tangan berupa ukiran patung dan panel dari kayu serta anyaman; noken, tikar, hiasan kepala, tas dan lainnya.

“Selain melalui momen pesta budaya yang dilaksanakan setiap tahun, hasil kerajinan juga kita promosikan ke luar Papua. Kalau dalam Papua, kita promosikan ke Merauke, Timika dan Kaimana,” katanya, Sabtu (18/11).

Khusus di luar Papua, Dinas Pariwisata bekerja sama dengan sejumlah konter atau olshop yang berada di bandar udara (bandara). Ke depan, dinas berencana memajang ukiran di pusat pembelanjaan, seperti mall.

“Kalau Yogya baru kita masuk tahun ini. Sementara untuk ke luar negeri kita sudah lakukan, promosinya lebih banyak ke Eropa. Potensi wisata sudah kita dorong sejak 2007, beberapa tahun setelah kabupaten ini dibentuk,” ujarnya.

Kendati telah melakukan berbagai upaya promosi, pihaknya tetap berharap dukungan dari instansi lainnya, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Perhubungan setempat.

 “Perindagkop itu terkait dengan pemasarannya, kita harap dukungan dari mereka. Begitu pun dengan perhubungan, agar bisa membantu melalui sektor transportasi,” tuturnya.

Selain mempromosikan hasil kerajinan tangan, Simon menambahkan, pihaknya telah membangun puluhan sanggar bagi kelompok pengukir dan penganyam.

 “Sejak 2008 hingga kini sudah ada 39 sanggar. Hampir merata di semua distrik. Kalau anggaran kami untuk semua kegiatan, termasuk promosi di tahun ini kurang lebih Rp16 miliar,” pungkasnya. (NT/SP)