All for Joomla All for Webmasters

 

Minggu, 04 Februari 2018 11:19

IPDN Peduli Asmat

ASMAT | Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Profesor Dr Ermaya Suradinata, SH., MH., MS mengunjungi Kabupaten Asmat selama dua hari, Kamis - Jumat (1-2/2/2018) dalam rangka tugas yang diberikan Menteri Dalam Negeri untuk memberikan wujud tali asih kepada masyarakat Asmat. 

 

Kunjungannya kali ini sebagai bentuk kepedulian terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat. 

 

Kehadiran Rektor IPDN bersama rombongan di Posko Penanggulangan Wabah Campak dan Gizi Buruk,  di Aula Kantor Kesbangpol pada Kamis diterima langsung Bupati Asmat Elisa Kambu, S. Sos, Wakil Bupati Thomas E Safanpo, ST,  sejumlah kepala OPD dan para alumni IPDN dan STIPAN yang tersebar di Pemkab Asmat. 

 

Di posko tersebut, Bupati Elisa Kambu memberikan gambaran kondisi geografis dan topografis Asmat. Dimana, untuk mencapai 224 kampung di 23 distrik hanya dapat ditempuh melalui laut dan sungai dengan menggunakan kapal cepat. 

 

Selain itu, terkait KLB Campak dan Gizi Buruk, kata Bupati Elisa Kambu, massa penanggulangan KLB ini akan dilakukan selama satu bulan. Selanjutnya, akan ada massa pendampingan oleh Satgas Kesehatan TNI selama 270 hari. 

 

" Rencana aksi penanggulangan KLB akan berjalan 1 bulan dan diikuti dengan pendampingan bersama Satgas TNI yang akan berada di Asmat kurang lebih 270 hari," kata Bupati Elisa Kambu. 

 

Sementara itu, Rektor IPDN Profesor Dr Ermaya Suradinata, dalam pertemuan tersebut menyebutkan, secara Nasional Asmat mendapat perhatian yang besar, dengan adanya KLB ini. 

 

" Ini dilihat dari kehadiran banyak orang dari Jakarta pada KLB ini, ” kata Ermaya. 

 

Pada kesempatan ini juga, Ermaya mengakui dirinya sangat memperhatikan sistim penerimaan IPDN sesuai dengan aturan yang berlaku. 

 

Itu sebabnya, dirinya mengikutsertakan Direktur IPDN Papua dengan maksud berkoordinasi dengan BKSDM Asmat agar dilakukan pelatihan di Asmat. 

 

Selain itu, lanjut Ermaya, IPDN akan menerima 2000 Praja. Untuk itu, ia mengharapkan ada lebih dari tiga orang Asmat yang bisa diterima di IPDN. 

 

" Saya akan membantu Asmat lewat formasi daerah. Siswa yang belum mendapat kesempatan masuk ke IPDN dengan formasi pusat dalam hal ini Jakarta, maka siswa tersebut bisa diterima di STIPAN (Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan)," kata Ermaya. 

 

Sementara itu, pada Jumat rombongan Rektor IPDN, yang terdiri dari Kepala Biro Umum, Keuangan dan Kepegawaian, Direktur IPDN Papua, Kepala Rumah Sakit IPDN serta Staff Kepresidenan bersama Bupati Elisa Kambu  mengunjungi Distrik Akat.

 

Di Distrik Akat, Bupati Elisa Kambu sekaligus melakukan Sidak untuk melihat langsung program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

 

Disana terlihat, ibu-ibu hamil diberikan makan. Begitupun dengan anak-anak sekolah ikut diberi makan. 

 

Program 1000 HPK di Kabupaten Asmat sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Dimana, setiap Senin hingga Jumat di pagi hari ibu hamil maupun anak sekolah diberikan makanan. 

 

Rektor IPDN pun memberikan apresiasinya kepada Pemkab Asmat melalui program ini. Ia pun berharap, ibu-ibu hamil maupun anak sekolah dapat mengikuti program ini dengan baik. 

 

" Program 1000 HPK yang sudah berjalan dua tahun ini sangat baik. Dimana, pemberian makan anak sekolah dari tingkat Paud, TK, SD sangat baik. Karena program ini sudah berada sebelum KLB, artinya Pemda Asmat sangat peduli dengan generasi kedepan. Kepada masyarakat diharapkan terlibat dalam program tersebut karena akan sangat berguna untuk generasi Asmat mendatang," kata Rektor IPDN disela-sela melihat program 100 HPK ini. (Ipa/SP)