All for Joomla All for Webmasters

 

Rabu, 28 Februari 2018 12:56

Bupati Asmat Dukung Penuh Program Bangga Papua

ASMAT | Bupati Asmat Elisa Kambu, S. Sos sangat mendukung Program Bangun Generasi Papua atau lebih dikenal dengan Program Bangga Papua. 

 

Program ini digagas  Pemerintah Provinsi Papua untuk Orang Asli Papua (OAP). Dimana, anak usia dibawah empat tahun diberikan uang tunai sebesar Rp200 ribu perbulan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus). 

 

Kabupaten Asmat sendiri merupakan salah satu dari tiga kabupaten di Papua  yaitu, Kabupaten Lani Jaya dan Paniai yang mendapat kesempatan menikmati program ini yang secara resmi telah dilaunching di Jayapura pada tahun 2017 lalu. 

 

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan, inisiasi Gubernur Papua lewat program ini diharapkan mendorong turunnya tingkat kemiskinan di Papua khususnya di Asmat. 

 

"Dengan adanya pemberian subsidi dana cash money tentunya akan meningkatkan rata-rata penghasilan keluarga. Karena kita tahu bersama, masyarakat yang tinggal dan berdiam di kampung-kampung ini tidak memiliki penghasilan tetap,” jelas bupati. 

 

Untuk itu ia berharap, masyarakat  penerima manfaat nantinya dapat menggunakan uang tersebut dengan sebaik-baiknya. 

 

"Misalnya untuk keperluan gizi anak, seperti membeli biscuit, kacang hijau dan susu," kata bupati, sembari ia mengharapkan adanya pengawasan dari masyarakat itu sendiri ataupun lembaga-lembaga keagamaan. 

 

Pasalnya  menurut bupati, uang yang diterima nanti untuk meningkatkan gizi anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Sesuai dengan tujuan dari program ini yaitu, mengurangi gizi buruk, meningkatkan kesehatan anak, mendorong ekonomi lokal dan mengurangi tingkat kemiskinan. 

 

"Kepada semua yang ada di kampung bantu pemerintah mengawasi pemberian dana ini yang akan direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Papua. Kedepannya tidak hanya pada tiga kabupaten saja, tetapi bisa meliputi semua kabupaten di Papua," ujar bupati. 

 

Sementara itu, Pemkab Asmat pada akhir 2017 lalu telah melakukan pendataan OAP di 224 kampung yang tersebar di 23 distrik. Pendataan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

 

Untuk saat ini, tengah dilakukan penginputan data OAP di bawah usia empat tahun sebagai calon penerima manfaat Program Bangga Papua. 

 

Selain itu, Pemkab Asmat juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di empat distrik yaitu, Distrik Agats, Fayit Pantai Kasuari dan Suator, terkait Program Bangga Papua. Sosialisasi pun juga sudah dilakukan saat dilakukan Sensus di 224 kampung. 

 

Sedangkan di tahun 2018 ini, sosialisasi  Program Bangga Papua akan dilakukan melalui lembaga-lembaga keagamaan dan pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kampung. 

 

“Saat ini dalam dua bulan terakhir kami sedang lakukan penginputan data ke managemen system informasi yang servernya berpusat di Sekber Provinsi Papua, dengan target semua anak anak Papua berusia 4 tahun kebawah di Asmat bisa masuk ke sistem," jelas Ketua Sekretaris Bersama (Sekber) Asmat, Frans.H.Sinurat, S.STP, M.Si  saat ditemui di ruang kerjanya, Senin(27/2). 

 

Ia menambahkan, setelah dilakukan penginputan data calon penerima manfaat, maka selanjutnya akan diusulkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati, bahwa data tersebut sebagai usulan calon penerima manfaat Program Bangga Papua. 

 

"Untuk proses input data Bangga Papua, kami saat ini berkantor di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga. Dan saat ini juga sedang dilakukan penginputan setiap hari kerja jam 9.00 WIT sampai dengan jam 5 sore,” tambah Frans Sinurat yang juga Kepala BPKAD Kabupaten Asmat. 

 

Untuk diketahui, Program Bangga Papua muncul dilatarbelakangi perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua dan DPRD Papua akan kesehatan anak Orang Asli Papua yang masih membutuhkan perhatian lebih. (Rbe/ipa/SP)