All for Joomla All for Webmasters

Senin, 19 Maret 2018 08:15

Ini Sejumlah Program Infrastruktur Kementerian PUPR di Asmat

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat didampingi Bupati Asmat Elisa Kambu, ketika melihat sejumlah lokasi infrastruktur yang akan dikerjakan Kementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat didampingi Bupati Asmat Elisa Kambu, ketika melihat sejumlah lokasi infrastruktur yang akan dikerjakan Kementerian PUPR

ASMAT I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sejumlah infrastruktur dasar terpadu di Kabupaten Asmat pasca Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk. 

 

Sejumlah infrastruktur yang akan dibangun diantaranya, pembangunan sembilan reservoir  di Kampung Kaye, Kampung Yapem, Distrik Fayit, Distrik Pantai Kasuari, Distrik Atsj, RSUD dan SMP Persiapan. Sebelumnya, Pemda Asmat telah membangun satu buah reservoir di Distrik Agats dengan daya tampung 1.000 m3. 

 

Selain fasilitas air bersih, Kementerian PUPR juga akan membangun sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah dan pemukiman baru. Semua program ini berjangka menengah dan panjang. 

 

Hal ini disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Asmat, pada Kamis (15/3/2018) lalu. Menurutnya, Asmat merupakan  daerah rawa yang membutuhkan air bersih. 

 

"Sehingga air perlu diolah agar layak dikonsumsi. Selain itu sumber air melaui sumur bor juga akan ditambah," kata Menteri Basuki. 

 

Saat ini sudah ada satu sumur bor dan akan ditambah lima sumur bor lagi. Sumur bor ini digali dengan kedalaman 150-200 meter dengan nilai anggaran Rp6 miliar yang bersumber dari APBN.

 

Sementara itu Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat telah tuntas. 

 

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas perhatian yang begitu besar, khususnya terhadap penyediaan infrastruktur dasar seperti air, sanitasi, sampah, transportasi dan rumah. "Dengan harapan tidak terjadi KLB lagi," harap Kambu.

 

Untuk diketahui, Kementrian PUPR juga mengembangkan layanan air minum perpipaan dengan System Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Agats dengan kapasitas 10 liter/detik yang sudah ada dan melayani 230 sambungan rumah. Untuk tahun ini,  akan direhabilitas agar lebih optimal. 

 

SPAM juga akan dibangun di Distrik Atsj dan Sawa-Erma dengan kapasitas 5 liter/detik dengan alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar. Termasuk di Kota Agats dengan kapasitas 10 liter/detik dengan anggaran Rp5 miliar. 

 

Ditambah pembangunan SPAM sebanyak 24 unit berkapasitas masing masing 1 liter/detik dengan nilai Rp39,7 miliar melalui kegiatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). 

 

Sedangkan khusus untuk perumahan, Kementrian PUPR pada tahun 2018 akan membangun 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yaitu Kampung Piriyen sebanyak 34 unit, Kampung Ass dan Atat di Distrik Pulau Tiga sebanyak 33 unit, dan Kampung Warkai di Distrik Betsbamu sebanyak 33 unit. 

 

Selain itu, Kementerian PUPR juga akan memperbaiki 1000 unit rumah tidak layak huni melalui program rumah swadaya. 

 

Sementara untuk memudahkan akses penyeberangan antar kampung yang harus dilalui karena terpisah oleh sungai, Kementrian PUPR akan membangun 4 jembatan gantung dengan anggaran Rp46 miliar. 

 

Jembatan gantung ini akan dibangun di Kampung Yerfun sepanjang 72 meter, Kampung Hainam sepanjang 120 meter dan Sawa Erma sepanjang 150 meter. 

 

 

Tidak hanya jembatan gantung, tetapi jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki oleh Kementerian PUPR. Dengan membuat  jalan beton menggunakan teknologi pracetak sepanjang kurang lebihb 15 km dengan lebar rata rata 4 meter.

 

Sedangkan untuk meningkatkan kebersihan dan menjaga kesehatan, Kementrian PUPR juga akan membangun fasilitas sanitasi seperti MCK di distrik-distrik. 

 

Kementerian PUPR juga akan mengerjakan tiga kali potong. Sebab,  akses mobilisasi lewat sungai seperti diketahui bahwa Kabupaten Asmat memiliki banyak sungai yang menjadi penghubung antar distrik dan kampung. 

 

Untuk itu, tiga kali potong yang akan dikerjakan ini yaitu, Kali Sam. Dimana, kali ini akan memperpendek jarak tempuh dari Kota Agats ke Kampung Ewer. Dua kali potong lainnya yang akan dikerjakan yaitu, kali potong Ayip ke Kronkle, dan kali potong Distrik Fayit ke Distrik Pantai Kasuari. 

 

Semua pembangunan infrastruktur ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). (Rbe/Ipa/SP)