All for Joomla All for Webmasters

Selasa, 03 April 2018 07:37

60 Peserta Ikut Pelatihan Komunikasi, Monitoring dan Evaluasi Program Bangga Papua

ASMAT I Sebanyak 60 peserta yang berasal dari anggota sekretariat bersama (Sekber), operator aplikasi MIS, para tokoh dan LSM mengikuti pelatihan Komunikasi, Monitoring dan Evaluasi Program Bangga Papua di Aula Ja Asamanam Apcamar, Kota Agats,  Kabupaten Asmat, Selasa (3/4/2018).

 

Kegiatan yang berlangsung hingga Jumat 6 April dibuka Sekretaris Daerah Asmat Barthomoleus Bocoropces M. Ec. Dev. 

 

Dalam sambutan Bupati Asmat Elisa Kambu, S.Sos, yang dibacakan Sekda  Barthomoleus Bocoropces  memberikan apresiasi terhadap program Bangga Papua karena sejalan dengan progam Pemerintah Kabupaten Asmat, yaitu program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan program Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMTAS).

 

Dimana, untuk program 1000 HPK ditujukan bagi anak mulai sejak dalam kandungan hingga usia 3 tahun diberikan bantuan makanan dan minuman, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui. Hal ini bertujuan agar meningkatkan kualitas dan memenuhi asupan gizi bagi ibu dan anak.

 

Sedangkan untuk program PMTAS bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah.

 

"Selain selaras dengan program Kabupaten Asmat, program Bangga Papua juga sejalan dengan program Pemerintah Pusat tepatnya dari Kementerian Sosial yaitu Program Keluarga Harapan atau PKH yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar, serta meningkatkan ekonomi keluarga" kata Sekda.

 

Berbagai program bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Asmat bagi keluarga dan anak Orang Asli Papua (OAP) diharapkan dapat digunakan dengan baik dan tepat sasaran. 

 

Untuk itu, diharapkan keterlibatan semua pihak termasuk tokoh-tokoh masyarakat hingga organisasi yang peduli terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam memberikan sosialisasi, mengawasi dan mengontrol pemanfaatan dana yang diterima masyarakat.

 

Pasalnya, melalui kerjasama yang melibatkan semua lini ini diharapkan bisa memaksimalkan manfaat bantuan sesuai peruntukkannya dan sedapat mungkin menghindarkan penggunaan yang salah sasaran terlebih untuk hal-hal yang terlarang dan melanggar ketentuan yang berlaku.

 

"Saya harap melalui kegiatan ini seluruh peserta bisa memahami materi dari awal hingga akhir kegiatan, sehingga semua anggota Sekber kabupaten dan tokoh-tokoh yang ada bisa menjadi agen perubahan untuk membentuk generasi emas Papua," ujar Sekda sembari mengharapkan lagi, melalui pelatihan ini juga bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas dari anggota Sekber kabupaten sehingga pelaksanaan program Bangga Papua dapat terealisasi dengan baik.

 

Pada kesempatan ini Sekda menyebutkan bahwa, berdasarkan data sementara jumlah penerima manfaat program Bangga Papua sebanyak 8.446 jiwa anak. 

 

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras dari kita semua khususnya tim Sekber kabupaten yang sudah bekerja total dalam melaksanakan dan mensukseskan program ini," ucap Sekda.

 

Sementara itu, menurut Hallason Frans Sinurat, S.STP., M.Si selaku ketua panitia dalam laporannya menyebutkan bahwa, tujuan dari kegiatan ini yaitu, meningkatkan kapasitas anggota Sekber dibidang ketrampilan komunikasi sehingga dapat memberikan sosialisasi, motivasi, edukasi program dan pemanfaatan dana kepada penerima manfaat program Bangga Papua secara tepat sasaran.

 

Selain itu, untuk mempersiapkan anggota Sekber dan pihak-pihak pendukung lainnya agar menjadi agen perubahan dalam membentuk generasi emas Papua, khususnya generasi Asmat kedepan.

 

Tak hanya itu, tujuan lainnya adalah agar anggota Sekber kabupaten dan pihak-pihak pendukung memiliki pemahaman yang baik terkait aspek-aspek yang akan diukur dalam kerangka monitoring dan evaluasi. Serta, mempunyai kemampuan yang baik untuk menggunakan instrumen monitoring kualitas tahapan program.

 

"Jadi, peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 60 orang yang terdiri dari anggota Sekber, operator aplikasi MIS, tokoh-tokoh dan LSM," kata Frans Sinurat yang juga kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Asmat. (RAB/ IPA/ SP)