All for Joomla All for Webmasters

Kamis, 12 April 2018 10:49

Presiden Jokowi Temui 400 Mama-mama Papua dan Balita di Asmat

Presiden Joko Widodo yang didampingi Ny Iriani Joko Widodo saat menggendong dua balita saat kunjungan kerja ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua Presiden Joko Widodo yang didampingi Ny Iriani Joko Widodo saat menggendong dua balita saat kunjungan kerja ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua

TIMIKA | Dalam kunjungan kerjanya ke Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat, Kamis (12/4), Presiden Joko Widodo bertemu dengan 400an mama-mama Papua dan balita yang masuk dalam program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

Pertemuan yang bertempat di Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, Bupati Asmat Elisa Kambu dan Wakil Bupati Asmat Thomas E Safanpo.

 

Presiden dalam kesematan itu memberikan bantuan berupa paket makanan tambahan untuk balita. Ia mengatakan, dirinya sengaja menemui mama-mama Papua dan balita untuk melihat kesehatan dan pemenuhan gizi mereka.

 

"Mama-mama sangat produktif, memiliki anak-anak yang cukup banyak, ada yang 7, 9, bahkan 12 anak. Tapi perlu dijaga gizi dan kesehatan mereka. Bupati Asmat sudah melakukan program yang dikhususkan untuk ibu dan anak,” kata Presiden Jokowi. 

 

Menurut Presiden, program yang dilakukan oleh Pemkab Asmat sudah sangat bagus. Dimana Bupati telah melakukan kegiatan secara rutin untuk memberikan makanan tambahan berupa kacang hijau, ikan, dan sayur setiap harinya kepada 320 anak di wilayah kota Agats. 

 

“Bupati sudah melakukan program secara rutin. Dan itu juga dilakukan di 13 Puskesmas yang ada di distrik. Namun demikian masih ada kendala, khususnya untuk di distrik-distrik yang sulit dijangkau. Sehingga program tersebut belum maksimal,” kata Jokowi.

 

Jokowi memastikan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, rumah, dan air bersih. Hal serupa saat ini tengah dilakukan di Wamena berupa pembangunan jalan Trans Papua.

 

“Masalah keterisolasian ini tidak hanya dirasakan di Asmat, tapi juga didaerah lain. Karenanya transportasi di Papua ini sangat penting untuk membuka keterisolasian. Serta memudahkan hubungan antara kota dan distrik,” katanya. 

 

Perlu diketahui, program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) digagas oleh Bupati Asmat Elisa Kambu, dan Wakilnya Thomas Eppe Safanpo, untuk menciptakan SDM Asmat yang berkualitas. 

 

Program ini meliputi pemenuhan gizi anak dengan makanan tambahan. Dimana fase pertama dimulai sejak bayi dalam kandungan (270 hari), dan fase kedua sejak dilahirkan hingga berusia dua tahun (730 hari).

 

Pada pertengahan Juni 2017, Elisa Kambu meluncurkan (launching) Program 1.000 HPK. Selanjutnya program tersebut digalakkan secara serempak melalui puskesmas yang tersebar di distrik-distrik. Tercatat ada 118 ibu hamil yang diberi asupan gizi dan didampingi tenaga medis hingga proses melahirkan. (mjo/SP)