All for Joomla All for Webmasters

 

Selasa, 06 Februari 2018 08:45

Bupati Mimika Diminta Copot Kepala Dinas Pendidikan

Masa guru yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pendidikan (Forsope) Eme Neme Yauware saat melakukan demo damai di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika Masa guru yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pendidikan (Forsope) Eme Neme Yauware saat melakukan demo damai di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika

TIMIKA | Ratusan guru dari sejumlah yayasan pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pendidikan (Forsope) Eme Neme Yauware meminta Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mencopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeni O. Usmani.

Permintaan tersebut disampaikan saat melakukan demo damai di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (6/2).

Massa yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua, pick up, dan truk diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Mimika Dionisius Mameyau yang didampingi Kepala Dinas Satpol PP, Wilem Naa.

Pada aksi demo damai tersebut, massa menyerahkan peryataan sikap kepada Kadis Kominfo Mimika untuk ditindaklanjuti dan disampaikan kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

 

Baca Juga: Polri Lakukan Uji Balistik Senjata terkait Tewasnya Mama Kamoro


Adapun isi dari peryataan sikap tersebut antara lain, Jeni O. Usmani sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mimika dinilai tidak serius memperhatikan sekolah-sekolah negeri/inpres maupun sekolah swasta di Mimika. Melakukan diskriminasi dalam pelayanan pendidikan di Kabupaten Mimika. Harus meminta maaf kepada guru-guru, pimpinan Negara dan pimpinan lima agama atas peryataannya tentang “guru-guru honor yang melakukan demo menuntut insentif guru adalah guru-guru ilegal”.

Tidak pernah melakukan koordinasi kerja kemitraan dengan lima yayasan pendidikan milik keagamaan untuk mengatasi masalah yang terjadi, seperti tuntutan insentif dari guru-guru honor.

Jeni O. Usmani sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan tidak mengakomodir lima yayasan pendidikan milik keagamaan, sebagaimana diatur dala UU nomor 21 tahun 2002 tentang Otsus, tentang Pelayanan Pendidikan Swasta di Papua. Sebagai kepala dinas tidak pantas membangun opini di media massa yang substansinya menyerang sekolah-sekolah swasta.

Jeni O. Usmani sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan pemecatan guru-guru honor di sekolah negeri tanpa alasan yang mendasar. Merekrut guru kontrak non papua tanpa petunjuk Bupati dan menggunakan dana Otsus yang seharusnya diperuntukkan bagi guru-guru asli Papua.

Tidak ada kepastian guru-guru SMA/SMK setelah terjadi penggabungan Pendidikan Menengah dan Dasar. Anak-anak pengungsi dari Kampung Banti dan Kimbeli masih belum mendapatkan pendidikan.

“Dari peryataan sikap tersebut, maka kami minta Bupati Mimika untuk mencopot Jeni O. Usmani sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Mimika,” kata Ketua Forsape Eme Neme Yauare, John Giay.

Kata dia, apabila peryataan sikap atau tuntutan ini tidak ditanggapi dalam waktu satu minggu, maka seluruh guru-guru yayasan akan melakukan mogok sampai pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2018. Ia mengancam akan membawa masalah ini ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Anak didik akan kami serahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika dan orang tua murid untuk mendidik dan mengajar,” tegasnya.

 

Baca Juga: Ratusan Guru di Mimika Berunjuk Rasa Minta Kadisdik Dicopot


Menanggapi hal tersebut, Kadiskominfo Mimika, Dionisius Mameyau mengatakan, Bupati Mimika saat ini sedang mengikuti rapat kerja (raker) Bupati se Papua bersama para pejabat eselon II termasuk Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Jeni O. Usmani.

Kata Dion, apa yang disampaikan ini bukan hal baru bagi pemerintah daerah, karena sudah diperjuangkan sejak 2017.

“Apa yang terjadi hari ini patut diselesaikan diinternal pemerintah daerah. Oleh karrna itu, apa yang sudah disampaikan merupakan hal mendasar dan saya yang ditunjuk mewakili pimpinan daerah, akan berusaha yang terbaik. Apalagi dalam tuntutan tadi tidak akan mengajar. Karenanya, percayakan kepada sistim pemerintahan untuk menyelesaikannya dan ini akan disampaikan kepada Bupati,” ungkapnya.

Setelah mendengar tanggapan tersebut, massapun meninggalkan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika dengan tertib. Namun sebelum membubarkan diri, masa melakukan upacara adat terhadap replika peti mati berwarna hitam yang diletakan tepat di tangga masuk gedung A.

Replika peti mati ini sebagai symbol matinya pendidikan di Mimika, sejak kepemimpinan Jeni O. Usmani sebagai Kadis Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, masa juga menandatangani petisi bentuk dukungan di kain putih. Yang mana, kain putih ini akan dibawa ke pusat. (mjo/SP)