All for Joomla All for Webmasters

 

Selasa, 06 Februari 2018 11:13

Ini Dua Saksi Kunci Kasus Penembakan Mama Kamoro

Tim gabungan Polda Papua saat melakukan olah TKP kasus kematian Mama Kamoro, Imakulata Emakeparo di sekitar Pelabuhan Porsite Amamapare Timika Tim gabungan Polda Papua saat melakukan olah TKP kasus kematian Mama Kamoro, Imakulata Emakeparo di sekitar Pelabuhan Porsite Amamapare Timika

TIMIKA | Tim gabungan Polda Papua telah memeriksa enam orang saksi untuk mengungkap kasus tewasnya Imakulata Emakeparo (55) yang diduga tertembak di sekitar Portsite, Pelabuhan Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Minggu (4/2) dini hari.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, ada dua saksi kunci lainnya yang akan dimintai keterangan yaitu suami korban sendiri, Titus Onamariyuta. Titus saat itu dilaporkan sedang bersama dengan istrinya dalam sebuah perahu sampan untuk mengambil air minum di Porsite.

Kemudian, seorang terduga pelaku pencurian konsentrat PT Freeport Indonesia berinisial NR, pemuda berusia 18 tahun juga akan diperiksa. NR menjadi salah satu saksi kunci karena peristiwa ini berawal dari aksinya yang diduga melakukan pencurian konsentrat milik PT Freeport Indonesia di pabrik pengeringan Porsite.

“Kami belum memanggil kedua saksi kunci dari masyarakat tersebut karena mereka masih sementara berduka dan rencananya hari ini (Selasa) baru akan melakukan pemakaman jenazah korban di Kampung Timika Pantai,” kata Kombes Kamal di Timika, Selasa (6/2).

Enam saksi lainnya telah diperiksa sebelumnya, terdiri dari empat anggota Satgas Brimob Polda Kalimantan Timur dan dua orang Security PT Freeport Indonesia. Mereka saat itu berada dalam speed boat yang membawa NR terduga pelaku pencurian.

“NR sampai sat ini masih melarikan diri, belum diamankan kembali. NR merupakan salah satu saksi kunci karena dia berada di TKP saat kejadian. Permasalahan ini juga, timbul setelah NR melarikan diri, melompat dari speed boat dalam keadaan terborgol,” jelasnya.


Kamal mengatakan, tim gabungan akan melakukan investigasi mendalam dengan merunut kronologis kejadian mulai dari dugaan terjadinya pencurian, penangkapan pelaku, hingga keributan yang berujung tewasnya Mama Emakeparo.

“Informasi terkait adanya penyerangan oleh warga kemudian ada tembakan peringatan juga masih akan didalami. Dimana saat itu, polisi melaporkan dilempari batu oleh masyarakat yang berusaha melindungi terduga pelaku pencurian,” kata dia.

Ia memastikan kasus ini akan diungkap terang menderang sesuai atensi Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar. Seluruh masyarakat yang berada di sekitar tempat kejadian akan dimintai keterangan jika mereka bersedia.

Bilamana nantinya oknum anggota Polri terbukti sebagai pelaku atas insiden tertembaknya Mama Emakeparo, Kamal meyakini oknum tersebut akan diproses hukum baik secara kodek etik Polri maupun pidana umum.

“Bapak kapolda sangat serius menyelesaikan kasus ini. Beliau perintahkan Irwasda dengan tim untuk melakukan investigasi secara mendalam. Kronologis akan dirunut satu persatu sampai benar-benar menemukan titik terang,” ujarnya.

Mama Emakeparo diduga tewas tertembak saat terjadi keributan di sekitar Cargo-Dock, Pelabuhan Amamapare milik PT Freeport Indonesia, Minggu (4/2) sekitar pukul 00.40 dini hari.

Peristiwa bermula saat sekitar tiga orang warga Pulau Karaka dilaporkan memasuki kawasan pabrik pengeringan konsentrat PT Freeport Indonesia. Petugas pengamanan internal perusahaan kemudian melakukan pengejaran dan menangkap NR, pemuda berusia 18 tahun.

Saat hendak dibawa ke Polres Mimika menggunakan speed boat, di tengah perjalanan NR nekat melompat dari perahu dalam kondisi tangan terborgol. NR kemudian berteriak meminta tolong kepada warga di sekitar area penyeberangan Porsite-Cargo Dock.

Setelah warga berdatangan, sempat terjadi keributan antarwarga dengan aparat kepolisian hingga terdengar letusan senjata api diduga milik aparat Brimob Polri.

Sekitar pukul 23.00 WIT, warga kemudian melaporkan bahwa Mama Emakeparo mengalami luka robek pada bagian kening tembus ke kepala bagian belakang. Ia diduga terkena peluru saat berada di atas perahu sampan dengan suaminya hendak menyeberang mengambil air minum. (rum/SP)