All for Joomla All for Webmasters

 

Rabu, 07 Februari 2018 11:45

Masih Berduka, Warga Minta Freeport Liburkan Aktifitas Kerja di Portsite

Sekelompok warga sempat memblokade jalan poros Portsite-Tembagapura pada Selasa (6/2) kemarin Sekelompok warga sempat memblokade jalan poros Portsite-Tembagapura pada Selasa (6/2) kemarin

TIMIKA | Warga Kampung/Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika meminta PT Freeport Indonesia agar menghentikan aktifitas kerja di area Cargo-dock, pabrik pengeringan konsentrat, dan pelabuhan Amamapare Portsite untuk sementara waktu.

Puluhan hingga seratusan warga telah memasuki area kerja PT Freeport tersebut pasca tewasnya Imakulata Emakeparo, seorang Mama Suku Kamoro berusia 55 tahun yang diduga terkena peluru oknum aparat Brimob Polri, Minggu (4/2) dini hari lalu.

Masyarakat Suku Kamoro dan kerabat korban meminta perusahaan asal Amerika Serikat itu menghentikan aktifitas kerja sementara mengingat mereka masih dalam suasana berduka. Mereka juga menunggu jawaban atas tuntutan pertanggung jawaban yang telah diberikan kepada kepolisian maupun PT Freeport Indonesia.

Hari sebelumnya, Selasa (6/2), sekelompok warga sempat memblokade jalan poros Portsite-Tembagapura dengan material batu dan pohon di tengah jalan.

Pihak perusahaan kemudian mengerahkan dua unit helikopter Airfast untuk memantau situasi di area Porsite, sekaligus mengantisipasi mobilisasi karyawan lewat udara dari kawasan itu jika situasi tidak memungkinkan. 

Pada Rabu (7/2) pagi, Kapolres Mimika AKBP Indra Hermawan telah melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat Kamoro dan manajemen PT Freeport yang diwakili Vice President Community Relations & Human Rights Arnold Benediktus Kayame, untuk menyikapi aksi masyarakat di area Cargo-dock dan pelabuhan Portsite Amamapare.

“Kami melakukan pertemuan agar para tokoh masyarakat ini menyampaikan imbauan kepada masyarakat di sana untuk tetap menjaga kamtibmas dan situasi kondusif,” kata Kapolres usai pertemuan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih.

Meski demikian, Kapolres memastikan aktifitas di kawasan pelabuhan yang mencakup sejumlah fasilitas penting Freeport seperti pabrik pengeringan konsentrat, pengapalan konsentrat, pusat pembangkit listrik batu bara dan pusat bongkar muat logistik perusahaan itu masih tetap berlangsung normal hingga Rabu siang.

Ia membantah jika warga telah melakukan perusakan fasilitas milik PT Freeport Indonesia di sana.

“Masyarakat hanya berada di depan area pelabuhan, berjaga-jaga, mereka tidak merusak fasilitas di sana. Para tokoh yang kami sudah pertemuan tadi juga akan menyampaikan informasi yang benar kepada mereka, sehingga tidak ada informasi yang keliru,” jelasnya.

Adapun terkait kasus penembakan yang menewaskan Mama Imakulata Emakeparo yang diduga dilakukan oleh anggota Brimob Satgas Amole dari Polda Kalimantan Timur pada Minggu (4/2) lalu, Kapolres Mimika mengatakan kasus tersebut masih terus dalam penyelidikan oleh tim gabungan Polda Papua.

"Intinya masyarakat menghendaki proses hukum dilakukan dengan benar, pelakunya ditindak. Itu semua sedang berjalan," jelas Indra.

Sejauh ini, katanya, penyidik baru memeriksa sejumlah anggota Polri yang saat kejadian bertugas di kawasan Pelabuhan Cargo Dock Portsite Amamapare PT Freeport.

Adapun saksi dari masyarakat belum bisa diambil keterangan lantaran mereka masih dalam suasana duka.

"Kami terus berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat untuk memastikan kapan kita akan jadwalkan pemeriksaan warga mereka yang saat kejadian ada di lokasi itu," jelasnya. (rum/SP)