All for Joomla All for Webmasters

 

Senin, 19 Februari 2018 12:26

Miris! Kampung Mandiri Jaya di Pinggiran Kota Timika Tanpa Listrik

 Pemandangan memprihatinkan di salah satu ruangan kelas SD Negeri Mandiri Jaya Pemandangan memprihatinkan di salah satu ruangan kelas SD Negeri Mandiri Jaya

TIMIKA | Cukup miris ketika menyaksikan kehidupan masyarakat di sebuah wilayah pinggiran kota, yakni Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. 

 

Bagaimana tidak, sebanyak 198 kepala keluarga di kampung yang letaknya tak jauh dari pusat Kota Timika itu hingga kini dalam kondisi gelap gulita di malam hari lantaran belum dijangkau layanan listrik PLN. 

 

Kondisi tersebut memaksa warga setempat harus secara swadaya mengumpulkan sejumlah uang untuk disetor ke PLN sebagai biaya pemasangan jaringan listrik. 

 

Meski begitu, Kepala Kampung Mandiri Jaya Natalis Weya lagi-lagi kecewa karena layanan listrik PLN untuk menerangi kampung halamannya tak kunjung terealisasi meski warganya sudah berswadaya mengumpulkan biaya. 

 

"Kami sudah setor uang, tapi sampai sekarang ini juga listrik belum masuk," kata Natalis Weya kepada wartawan, Senin (19/2).

 

Kondisi miris tidak hanya itu. Akses jalan masuk kampung tersebut yang juga dirintis warga secara swadaya hingga kini masih berupa kerikil-kerikil tajam. Tak ada sentuhan pemerintah di sana. 

 

Belum lagi bangunan SD Negeri Mandiri Jaya juga tampak memprihatinkan. Tiga ruang kelas dan satu kantor yang terbuat dari kayu tampak reok. Lantainya masih beralaskan tanah, dindingnya berlubang dan rusak sana sini. 

 

Di dalam ruang kelas sekolah yang mendidik ratusan anak asli Papua itu, tampak meja dan kursi tua dalam kondisi amat memprihatinkan. Sebagian sudah rusak, belum lagi papan tulisnya sudah bolong.

 

"Kami kadang kasihan sama guru-guru yang rajin karena mereka harus pulang balik. Harusnya ada perumahan guru yang layak. Soal keamanan kami jamin, tukang ojek saja biasa mangkal sampai tengah malam di sini," tutur Natalis.

 

Sementara untuk layanan kesehatan warga Kampung Mandiri Jaya turut berswadaya membangun honai malaria yang diinisiasi Innah Gwijangge. Warga berharap honai malaria itu jadi pusat kesehatan kampung. 

 

Awalnya, warga juga berharap tak perlu lagi mengeluarkan biaya ke Puskesmas Wania dan Pasar Sentral yang cukup jauh. Sayangnya, honai malaria itu terbengkalai dan kini dikelilingi semak belukar. (rum/SP)