All for Joomla All for Webmasters

Kamis, 12 April 2018 09:34

Telkomsel Timika Didemo Pelanggannya 

TIMIKA | Puluhan warga yang tergabung dari beberapa komunitas dan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Telkomsel (Grapari) Timika, Papua, Kamis (12/4), menyusul gangguan jaringan internet yang tak kunjung normal. 

Pengunjuk rasa melakukan long march dari titik kumpul Bundaran Timika Indah menuju Kantor Telkomsel di Jalan Hasanuddin, Kota Timika. Mereka membentangkan spanduk diantaranya bertuliskan 'boikot Telkomsel' dan karangan bunga 'RIP Internet'. 

 

Mereka mengatasnamakan Komunitas Peduli Mimika yang juga selaku pelanggan Telkomsel, merasa sangat dirugikan atas adanya gangguan jaringan sejak 22 Maret 2018 akibat terputusnya kabel laut jalur Timika-Kaimana. 

 

Warga juga kecewa lantaran Telkomsel tidak aktif memberikan informasi secara terbuka terkait permasalahan jaringan tersebut setidaknya melalui broadcast SMS. Padahal, menurut mereka, notifikasi penawaran produk layanan tetap masuk walau dalam kondisi gangguan jaringan. 

 

"Setelah muncul desakan dan aksi-aksi masyarakat barulah Telkomsel memberi informasi, namun tetap tidak ada kepastian kepada masyarakat selaku pelanggan," kata Yosep Temorubun, orator aksi. 

 

Di samping itu, mereka menyoroti adanya pembagian titik lokasi koneksi internet selama jaringan dialihkan menggunakan satelit. Dimana TelkomGrup dianggap memberikan kuota/kapasitas khusus yang lebih besar di wilayah PT Freeport Indonesia.

 

"Kenapa ada pembagian (titik koneksi) yang tidak merata. Lalu kemudian Telkom memberi informasi kepada PT Freeport lebih detil, dibuktikan adanya interoffice memo yang beredar, sedangkan kepada masyarakat tidak adanya kepastian," katanya. 

 

Pengunjuk rasa diterima Manager Telkomsel Branch Timika Nopranda Dirzan, Kepala Kantor Daerah Telkom Timika Jangkir Simbiak, Manager Corporate Communications Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan) Rina D Doviani, dan Manager Network Service Telkomsel Timika, Triambodo Kurniawan. 

 

Setelah berorasi, perwakilan pengunjuk rasa diajak untuk melakukan pertemuan terbatas dengan jajaran pimpinan TelkomGrup di Timika dalam hal ini Telkom dan Telkomsel. 

 

Perbaikan Kabel Laut

 

Dijelaskan bahwa gangguan jaringan di Mimika, Nabire dan Merauke disebabkan putusnya kabel bawah laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) di perairan Timika-Kaimana, sekitar 33 kilometer dari Cargo Dock Pelabuhan Amamapare. 

 

Saat ini sedang dilakukan proses penyambungan serat optik di atas Kapal Nusantara Explore yang mengangkut tim beserta peralatan robotik. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga 18 jam dalam situasi normal tanpa gangguan faktor alam seperti tingginya gelombang laut. 

 

Jika tidak menghadapi kendala berarti, proses perbaikan itu dipastikan akan segera rampung dan jaringan telekomunikasi normal kembali dalam minggu ini. 

 

Robot atau remotely operated underwater vehicle (ROV) diturunkan pada 7 April 2018 di sekitar perairan Timika-Kaimana, untuk melakukan perbaikan kabel bawah laut yang putus dan mengakibatkan gangguan jaringan sejak 22 Maret 2018 lalu. 

 

Kapal Nusantara Explore sebelumnya melakukan recovery submarine cable (perbaikan kabel bawah laut) di perairan Biak, selanjutnya bertolak ke Sorong melakukan pemuatan material, logistik, serta BBM lalu mengambil perijinan kerja di laut sekitar perairan Timika-Kaimana.

 

"Itu merupakan salah satu penyebab sehingga proses recovery submarine cable di perairan Timika-Kaimana agak lama," kata Kepala Kantor Daerah Telkom Timika Jangkir Simbiak. 

 

*Telkomsel Beri Kompensasi*

 

Telkomsel memastikan akan memberi kompensasi kepada seluruh pelanggannya di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap gangguan jaringan internet. 

 

Manager Telkomsel Branch Timika, Nopranda Dirzan mengatakan, kompensasi tersebut akan diberikan setelah proses perbaikan kabel laut jalur Timika-Kaimana rampung dan jaringan internet bisa normal kembali. 

 

Adapun kompensasi tersebut, kata Dirzan, berupa pemberian tambahan kuota layanan data 3G dan 4G kepada pelanggan prepaid (AS, Simpati, Loop) dan adjusment billing (penyesuaian pembayaran) bagi pengguna Kartu Halo yang dihitung selama periode gangguan. 

 

"Nanti akan disesuaikan terkait kerugian pelanggan dari data yang tidak terpakai selama periode gangguan sebagai bentuk kompensasi. Akan ada pemberitahuan kami lewat SMS, termasuk nanti dapatnya berapa kuota," katanya. (rum/SP)