All for Joomla All for Webmasters
Senin, 16 April 2018 08:18

Puluhan Orang Nekat Memasuki Area Penampungan Konsentrat Freeport

TIMIKA | Sekitar 20an orang dilaporkan terekam kamera pengawas (CCTV) setelah nekat memasuki area pabrik penampungan dan pengeringan konsentrat (Dewatering Plant/DWP) PT Freeport Indonesia di Portsite Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Minggu (15/4). 

 

Aksi nekat puluhan oknum warga tersebut dilakukan di siang bolong sekitar pukul 14.00 WIT. Mereka datang dari arah pelabuhan tempat pengapalan konsentrat Freeport, lalu masuk dengan menggunting kawat pembatas tumpukan konsentrat kering.

 

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Mimika, AKP Rudi Priyosantoso di Timika, Senin (16/4) mengatakan, sekelompok warga itu diduga melakukan pencurian konsentrat yang mengandung mineral emas hasil tambang PT Freeport di Tembagapura. 

 

"Sekitar 20 orang itu berupaya memasuki wilayah DWP (Dewatering Plant) secara paksa dengan cara menggunting pagar dan sebagian lainnya melompat pagar," kata AKP Rudi. 

 

Merespon kejadian tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Brimob dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Satgas Pengamanan Wilayah (Pamwil) Lanal Timika mendatangi lokasi kejadian. 

 

Melihat kedatangan aparat keamanan, para terduga pelaku kemudian melarikan diri melalui lubang pagar kawat yang mereka gunting. Sebagian lainnya dalam keadaan panik melompati pagar kemudian lari tunggang- langgang.

 

Petugas melihat seorang terduga pelaku yang diketahui berinisial EM (20) terpisah dari kelompoknya dan berlari ke arah selatan. Petugas terus melakukan pengejaran hingga di pelabuhan, area pemuatan (pengapalan) konsentrat Freeport. 

 

"Kemudian yang bersangkutan melompat ke laut. Pukul 14.20 WIT, terduga pelaku berhasil dibujuk untuk naik ke darat dan kemudian dinaikkan ke mobil LWB untuk diambil keterangan awal di Pos Security Portsite," jelas Rudi. 

 

Terduga pelaku yang merupakan warga Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh kini telah diamankan di Mapolres Mimika guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (rum/SP)