All for Joomla All for Webmasters

Senin, 16 April 2018 14:31

Telkom: Putusnya Kabel Optik Timika-Kaimana Diduga Bukan Faktor Alam 

JAYAPURA | Manajemen PT Telkom (Persero) Witel Papua menyatakan proses perbaikan jaringan kabel optik bawah laut di kawasan selatan Papua (jalur Timika-Kaimana) sudah selesai dan kini layanan telekomunikasi di wilayah itu sudah kembali normal.

 

"Pagi ini 'traffic/service' Telkomsel dan Telkom sudah kembali normal dengan kualitas dan kapasitas yang sama," ujar General Manager Telkom Papua, Lonely Baringin Mangaranap, di Jayapura, Senin (16/4).

    

Ia menjelaskan meskipun ditemukan satu titik putus baru sekitar 30,3 km dari Timika, namun tim teknik Telkom di Kapal Nusantara Explorer berhasil melakukan penyambungan sesuai jadwal yang ditargetkan. 

    

Menurut dia, walaupun belum dapat diketahui penyebab pasti kerusakan tersebut, namun putusnya kabel optik di wilayah Selatan Papua ini diduga kuat bukan karena faktor alam.

    

"Beberapa fakta yang ditemukan di lapangan adalah banyak kapal nelayan besar yang beroperasi di sekitar lokasi titik putus. Arus yang kuat di dasar laut juga menjadi faktor kesulitan untuk mencari kabel," kata dia.

    

Lonely menuturkan, setelah tim teknik di Kapal Nusantara Explorer memastikan jaringan kabel optik di kawasan selatan Papua beroperasi dengan baik, mereka akan menuju Sorong untuk mengangkut material guna memperbaiki jaringan optik yang putus di perairan Sarmi-Biak.

    

"Tanggal 22 April kapal diagendakan tiba di Sorong dan mulai kerja di perairan Sarmi-Biak pada 25 April," katanya.

    

Menurut dia, proses perbaikan di Perairan Sarmi-Biak masih bisa lebih cepat bila ternyata kabel optik tidak sampai putus. 

    

"Mudah-mudahan kabelnya tidak putus supaya proses pencariannya tidak susah, semoga hanya bengkok jadi proses pengangkatannya lebih mudah," jelasnya. 

 

Kabel optik bawah laut jalur Timika-Kaimana putus di titik 34,9 Kilometer dari Timika pada Kamis (22/3), sehingga mengakibatkan gangguan layanan data di wilayah Timika, Nabire dan Merauke. 

 

Proses penyambungan selesai dilakukan pada Kamis (12/4). Namun, setelah dilakukan pengukuran ruas jalur Merauke-Timika-Sorong, ternyata ditemukan titik putus baru yakni 30,3 Kilometer dari Timika. 

 

Adanya dua titik putus kabel optik tersebut membuat proses recovery memakan waktu cukup lama, sehingga layanan data internet di wilayah Timika, Nabire dan Merauke juga mengalami gangguan selama tiga minggu lebih. Telkom Grup mengalihkan koneksi menggunakan satelit, namun kapasitas cukup terbatas untuk layanan data. 

 

Baringin mengatakan, pihaknya sangat serius menuntaskan proses penyambungan kabel optik di perairan Timika-Kaimana. "Semua energy, kompetensi dan resource difocuskan untuk percepatan recovery gangguan," tuturnya. 

 

Proses penyambungan kabel serat optik dilakukan di atas Kapal Nusantara Explorer milik Telkom. Kabel diangkat dari dasar laut menggunakan robot jenis remotely operated underwater vehicle (ROV). (rum/Antara/SP)