00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Jaksa Mimika Tuntut Pemilik Amunisi Lima dan Enam Tahun Penjara

Jaksa Mimika Tuntut Pemilik Amunisi Lima dan Enam Tahun Penjara
TERDAKWA | Tiga terdakwa kepemilikan amunisi saat mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Timika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mimika, pada sidang kepemilikan ratusan amunisi, yang digelar di Pengadilan Negeri Klas II Timika, Selasa (7/1), menuntut lima tahun dan enam tahun pidana penjara terhadap tiga terdakwa.

Tiga orang terdakwa adalah BGD alias Billy, BAF alias Befy, dan JAB alias Jefri. Dimana pada sidang tuntutan, ketiga terdakwa tidak didampingi oleh kuasa hukumnya. 

 Majelis Hakim tunggal Fransiscus Y Babthista, menanyakan kepada terdakwa untuk dibacakan tuntutan tanpa didampingi kuasa hukum. Ketiganya pun bersedia untuk dibacakan.
 
JPU Mimika, Habibi Anwar dalam tuntutannya menyatakan ketiganya telah bersalah melakukan tindak pidana tutur serta melakukan perbuatan yang tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai dalam miliknya menyimpan, atau menyembunyikan sesuatu amunisi, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 1 ayat (1) Undang undang Darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951, juncto pasal 55 ayat (1) KUHP. 

Untuk itu pihaknya meminta kepada Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap BGD alias Billy dan BAF alias Befy berupa pidana penjara selama lima tahun. Dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan memerintahkan terdakwa untuk tetap ditahan

iklan_lokal_dalam_berita

Sedangkan untuk barang bukti berupa 600 butir amunisi berwarna kuning bergaris hijau betuliskan PIN 5,56 CK, dan 60 buah rel amunisi, serta lainnya untuk dirampas dan dimusnahkan.

Sementara untuk satu unit mobil Xenia DD 1400 KE warna cokelat dikembalikan kepada saksi (pemilik) atas nama Edi Susanto.

Terhadap terdakwa JAB alias Jefry, JPU meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana  enam tahun dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. 

Serta untuk barang bukti berupa 12 amunisi berwarna kuning bergaris hijau betuliskan PIN 5,56 TJ, dua buah magazine warna hitam untuk dirampas dan dimusnahkan. Dan memerintahkan terdakwa untuk tetap ditahan.

Dari tuntutan yang dibacakan oleh JPU, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada ketiga terdakwa untuk mengajukan dan membacakan pledoi (pembelaan). Dimana untuk membacakan pembelaan tersebut, sidang ditunda dan akan dibuka kembali pada 14 Januari 2020.

“Kami berikan kesempatan untuk ajukan pledoi. Dimana pledoi ini bisa dibuat sendiri dengan tulis tangan. Atau dibuatkan oleh kuasa hukum. Karenanya, meminta kepada keluarga untuk koordinasi dengan kuasa hukum ketiga terdakwa," kata Fransiscus.

Perlu diketahui, awal penangkapan terhadap ketiga terdakwa ini dilakukan pada 25 Juli 2019 di Jalan Cenderawasih Mimika, Papua. Atau tepatnya di traffig Light Jalan Budi Utomo, Jalan Hasanuddin.

Petugas dari Tim Satuan Khusus (gabungan TNI-Polri) awalnya mengamankan BGD alias Billy dan BAF alias Befy di dalam mobil rental. Saat melakukan pemeriksaan petugas mendapatkan 600 butir amunisi yang dibungkus di dalam kantong plastik hitam.

Dari pengembangan oleh petugas, amunisi didapatkan dari JAB alias Jefri. Petugas pun menuju tempat tinggal Jefry di Jalan Pendidikan dan mendapatkan sejumlah barang bukti lainnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar