00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Antisipasi Penamabangan Liar di Perbatasan Kaimana dan Nabire

Antisipasi Penamabangan Liar di Perbatasan Kaimana dan Nabire
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjend Joppye Onesimus Wayangkau saat menyalami prajurit BKO di Kabupaten Pegunungan Arfak pada Minggu (20/10). (Foto: Antara/Toyiban)

MANOKWARI | Kodam XVIII/Kasuari akan terus melakukan pengawasan teritorial untuk mencegah penambangan emas secara liar di wilayah Provinsi Papua Barat.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau di Manokwari Rabu (8/1/2020) menjelaskan, personil TNI sudah tersebar di seluruh daerah di Papua Barat. Meskipun secara jumlah masih minim, pihaknya terus mengoptimalkan personil yang ada untuk melakukan pengawasan teritorial.

"Kalau area penambangan itu berada di wilayah Papua Barat dan batasnya sudah jelas kami tidak akan mentorelir. Yang penting batasnya jelas," kata Pangdam.

Menurut dia, yang patut diantisipasi adalah area penambangan di daerah perbatasan dan belum ada batas wilayah yang jelas antara keduanya.

"Seperti perbatasan antara Kaimana Papua Barat dengan Nabire Papua. Di Nabire penambangan di sana mendapat izin dari para kepala suku tapi di kita tidak. Itu yang perlu diantisipasi agar tidak masuk wilayah Kaimana," sebut Pangdam lagi.

Belum lama ini personil Kodam mengamankan empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang terlibat dalam penambangan emas ilegal di Kebar Kabupaten Tambrauw.

"Itu operasi tangkap tangan bukan karena kami dapat laporan masyarakat. Setelah diamankan kami langsung serahkan kepada pihak imigrasi," ujarnya.

Ia pun telah menyampaikan kepada pihak imigrasi agar para pelaku tidak serta merta di deportasi. Mereka harus diproses hukum karena perbuatan tersebut masuk dalam ranah pidana.

"Ini pencurian, dan bukan main-main karena pelakunya warga negara asing. Harus diproses hukum jangan langsung dideportasi," katanya lagi.

"Rekan-rekan pers juga tolong terus pantau prosesnya. Para pelaku ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya.

 

Sumber: Antara
Editor: Misba

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar