Soal Sampah, Kepala DLH Mimika: Kami Sudah Bekerja Keras

Soal Sampah, Kepala DLH Mimika: Kami Sudah Bekerja Keras
SAMPAH | Sampah yang berserakan di pasar Sentral Timika beberapa waktu lalu. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Persoalan sampah di Mimika, Papua memang menjadi sorotan. Terlebih lagi pasca Natal 2019 dan Tahun baru 2020, volume sampah menjadi semakin bertambah. 

Walaupun demikian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika sebagai dinas tekhnis telah bekerja keras menangani masalah sampah tersebut.

Berbicara mengenai sampah dan kebersihan sudah menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup saja namun kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan merupakan point utama.

"Walaupun kami (DLH) sudah bekerja keras tetapi kesadaran masyarakat yang tidak ada bagaiman bisa kita sama-sama untuk memberantas sampah ini," ungkap Kepala DLH Mimika, Limi Mokodompit yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/1).

Limi menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang sedang dilakukan oleh DLH untuk bisa mewujudkan harapan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob.

Dimana keduanya berharap Mimika dapat terbebas dari sampah untuk menyongsong dua perhelatan akbar yang akan berlangsung di yaitu PON dan Pesparawi.

"Salah satunya itu kami akan mengurangi 70 persen sampah di hulu, untuk kita lakukan pemilihan, pengurangan sehingga sampah rumah tangga dan plastik tidak lagi harus ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," jelasnya.

"Jadi nanti dari 70 persen sampah di hulu tadi kita pilah ada yang bisa digunakan untuk pupuk, dan untuk plastiknya bisa didaur ulang dan sisanya bisa langsung dibakar," tambahnya.

Ia mencontohkan, salah satu tempat yang telah menerapkan hal itu. Ini terlihat di SP 4  yang telah membuat tempat untuk menampung limbah plastik sendiri.

 "Jadi untuk sampah plastik itu disana tidak lagi ke TPA," ungkap Limi 

Tidak hanya itu, DLH juga telah berusaha untuk mendapatkan penambahan armada sampah hingga ke pusat.

"Alhamdulillah, kemarin setelah diperjuangkan kami mendapatkan penambahan armada sampah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yaitu 3 unit trek, 5 unit kontener, 3 ambrol, dan 5 kendaraan roda tiga," katanya.

Tak terlepas dari itu, DLH selalu memberikan penyadaran terhadap masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar. 

DLH juga selalu menghimbau agar masyarakat bisa mentaati aturan buang sampah yang telah ditetapkan.

"Kami itu hanya minta satu masyarakat tolonglah buang sampah itu tepat sesuai jam yang telah ditentukan mulai pukul 18:00 WIT (sore) sampai dengan pukul 06:00 WIT (pagi), jangan lagi ada yang buang sampah siang hari," imbuhnya. 

Petugas pengangkut sampah dalam sehari sampai empat kali mengangkut sampah, padahal jika disesuaikan dengan aturan yang ada hanya satu kali dalam sehari.

"Intinya yang dibutuhkan adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan," pungkasnya.

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar