00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Satreskrim Polres Mimika Sarankan Siswa PKL Korban Perlakuan Tak Manusiawi di Kapal Buat LP

Satreskrim Polres Mimika Sarankan Siswa PKL Korban Perlakuan Tak Manusiawi di Kapal Buat LP
AKP M. Burhanudin Yusuf Hanafi

TIMIKA | Kasat Reskrim Polres Mimika, Provinsi Papua, AKP M. Burhanudin Yusuf Hanafi menyarankan, para siswa korban perlakuan tak manusiawi di KM Rafindo Jaya 01 dan Veru Ardhana 2 membuat Laporan Polisi (LP). 

Seperti diketahui, sebanyak 15 siswa kelas XI dari SMK 1 Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KM Rafindo Jaya 01 dan Veru Ardhana 2 diduga diperlakukan tidak manusiawi.

"Saya datang ke Sekretariat  Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) ini untuk melihat kondisi anak-anak PKL. Alhamdulilah mereka baik-baik saja. Dan KKJB pro aktif menampung dan merawat mereka," kata Kasatreskrim di Jalan Budi Utomo Ujung, Mimika, Papua, Kamis (9/1).

Pada kunjungan tersebut, pihaknya menyarankan yang dituakan atau siapapun membuat LP, agar kami bisa melakukan pemeriksaan. Sehingga bisa mengetahui apakah ada pihak-pihak yang benar benar dirugikan atau tidak.

iklan_lokal_dalam_berita

Selain itu, pihaknya bisa mengetahui kronologis sebenarnya. 

"Saat ini saya tidak bisa beragumen atau memberikan pendapat tanpa mengetahui kronologisnya. Karena diperlukan LP untuk dilakukan pemeriksaan baik itu anak-anak yang PKL maupun pihak lainnya," ujarnya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, maka kita akan melakukan gelar perkara untuk mengetahui apakah kasus ini bisa ditingkatkan. Karena untuk pengungkapan kasus dibutuhkan alat bukti yang cukup," tambahnya lagi. 

Selain itu untuk mengetahui, dimana locus delecti nya (tempat kejadian perkara atau TKP) dan itu bisa diketahui setelah dilakukan gelar perkara. Sehingga kalau terjadi di perairan, maka kita bisa koordinasi dengan Mabes Polri. 

"Untuk masalah TKP, kalau itu bukan di Timika, maka kami akan membuatkan berita acaranya," tuturnya.

Untuk diketahui, sebanyak 15 siswa kelas XI dari SMK 1 Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di KM Rafindo Jaya 01 dan Veru Ardhana 2 terpaksa kabur dari kapal karena diperlakukan tidak manusiawi.

Mereka kabur saat kapal sandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako, Timika,  Papua pada Selasa (7/1) lalu. 

15 siswa tersebut terbagi di dua kapal, lima siswa di KM Rafindo Jaya dan 10 di Veru Ardhana. Kedua kapal ini bermuatan 300 Ton.

Berdasarkan jadwal dari sekolah, belasan siswa malang ini seharusnya melaksanakan PKL selama tiga bulan sejak tanggal 17 Desember  2019. 

Namun, beberapa hari diawal mereka mulai berlayar di kapal, mereka kerap diperlakukan tidak wajar oleh Anak Buah Kapal (ABK).

Saat ini, para siswa itu sedang berada di Sekretariat KKJB di Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar