00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Ini Sanksi Bagi Kontraktor yang Tidak Selesaikan Pekerjaan di 2019

Ini Sanksi Bagi Kontraktor yang Tidak Selesaikan Pekerjaan di 2019
PROYEK JALAN | Jalan Cendrawasih, salah satu pekerjaan fisik yang sementara masih berjalan. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Ada beberapa pekerjaan fisik di bagian Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, tidak dapat diselesaikan dalam tahun 2019 berdasarkan kontrak.

Kepala Bina Marga pada PUPR Kabupaten Mimika, Bonifasius Saleo saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (10/12) mengatakan bahwa untuk keterlambatan pekerjaan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

"Ya, sanksi itu sudah pasti ada, diatur dalam peraturan presiden," ungkapannya.

Peraturan tersebut menjelaskan bahwa jika terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan, penyedia dikenakan 2 persen dari nilai kehidupan kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

iklan_lokal_dalam_berita

Boni juga menjelaskan bahwa dengan adanya keterlambatan tersebut diberikan addendum waktu 50 hari, sehingga untuk kontraktor yang menangani pekerjaan diharapkan untuk segera merampungkan semuanya.

"Pekerjaan yang terpaksa di berikan addendum waktu itu seperti pengerjaan Jalan Cenderawasih, Jalan Irigasi –Brigif, Jalan SP2-SP5, Jembatan Selamat Datang, dua jembatan disepanajng jalan Cenderawasih. Salah satunya jembatan cenderawasih, tapi rata-,rata semua sudah hampir 95 persen," kata Boni.

Sementara untuk pekerjaan yang belum rampung di bawah 50 persen, akan dilakukan pemutusan kontrak kerja.

"Memang ada beberapa pekerjaan yang kita sudah putuskan kontrak," jelasnya.

Boni juga mengungkapkan terkait kendala yang membuat pekerjaan tersebut terpaksa tidak selesai tepat waktu yang disepakati dalam kontrak. 

Ia memberikan contoh seperti pada lahan Jalan Cenderawasi dekat Jembatan Selamat Datang, yang terpaksa baru dilakukan pengaspalan dikarenakan ada pemalangan dari warga yang tidak setujui pelebaran jalan.

Hal serupa pun terjadi pada pengerjaan jalan di Bundaran Petrosea, dan di jalan Irigasi-Brigif yang sempat terhenti selama dua minggu karena pemalangan.

"Ada hambatan-hambatan selama proses pengerjaan berjalan, seperti terjadi pemalangan dibeberapa titik," kata Boni.

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar