00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Di Timika, Pengalihan Rastra ke BPNT Baru Berlaku di 2020

Di Timika, Pengalihan Rastra ke BPNT Baru Berlaku di 2020
Ilustrasi

TIMIKA | Kementerian Sosial telah melakukan transformasi bantuan pangan Beras Sejahtera (Rastra) menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Transformasi ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017, tentang penyaluran bantuan sosial secara non tunai.

Transformasi rastra ke BPNT ini secara bertahap mulai diberlakukan sejak 2017 di beberapa kota di Indonesia.

Namun, di Timika baru akan diberlakukan di Tahun 2020 ini. 

iklan_lokal_dalam_berita

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Johanis Pattiasina saat diwawancara di Timika, Jumat (10/1).

"Kita launching sejak September 2019 dan sudah jalan. Tapi yang murni BPNT itu belum," katanya.

Johanis menjelaskan, dari BPNT itu sebenarnya rastra berada diatas Program Keluarga Harapan (PKH).

"Jadi yang punya kartu PKH itu bisa terima BPNT. Tapi BPNT ini nanti kita baru mulai 2020 ini karena masih verifikasi data," ungkapnya.

Lebih lanjut Johanis menerangkan, pada transformasi ini, masyarakat yang selama ini menerima rastra tetap menerima beras, tetapi disalurkan dalam bentuk uang melalui ATM.

"Kalau dulu rastra terimanya kan beras, sekarang tidak lagi. Mereka punya kartu juga sama dengan PKH tapi tidak tunai," tuturnya.

Saat ini sedang dilakukan tahap registrasi bagi pemerima BPNT tersebut. Registrasi ini juga dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial.

"Kita disini yang kumpul mereka punya KTP dan KK. Sekarang yang terima itu by name by adress jadi harus punya NIK," tuturnya.

Katanya, meskipun telah dialihkan ke BPNT, kerjasama dengan Bulog sebagai pemenang tender untuk pembagian beras.

Dinas Sosial juga bekerja sama dengan bank konvensional di Timika untuk penyaluran BPNT ini.

"Jadi dana masuk atau belum itu bukan urusan dinas tapi urusan bank. Jadi kalau saldo belum masuk tanya ke bank," katanya.

Dinas Sosial melalui Distrik juga telah bekerja sama dengan beberapa warung yang ditetapkan menjadi e-waroong (elektronik warung gotong royong) yang mana warga yang menerima BPNT bisa langsung menukar saldo didalam ATM dengan beras di setiap e-waroong.

"Jadi itu uang di ATM ditukar dengan beras, tidak bisa ambil uang tunainya," katanya.

Akan tetapi untuk di daerah pesisir dan pegunungan belum diberlakukan karena masalah jaringan.

"Tapi kalau mereka di Timika mereka bisa tukar di e-waroong disitu. Tidak harus di distrik itu saja yang ambil," jelasnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar