Kapolda Papua Ungkap Identitas Pelaku Penembakan Bus Freeport

Kapolda Papua Ungkap Identitas Pelaku Penembakan Bus Freeport
KAPOLDA | Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat meninjau lokasi penembakan dua bus milik PT Freeport Indonesia. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengklaim sebagai sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih menunjukkan eksistensi di wilayah operasi PT. Freeport Indonesia. 

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pelaku penembakan dua bus Freeport di Mile 54, pada Senin (13/1) pagi, diduga kuat merupakan kelompok Joni Botak. 

"Dilihat dari modus para pelaku berdasarkan olah TKP,  itu kami duga dilakukan oleh kelompok Joni Botak dan kawan-kawan," katanya. 

Kelompok Joni Botak di bawah pimpinan Jack Milian Kemong bermarkas di Kali Kopi, wilayah yang dipisahkan aliran tailing Freeport, dekat dengan Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru. 

Joni Botak dan 20 nama lainnya telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) setelah diduga terlibat penyanderaan  300an warga sipil di Banti, Tembagapura, pada 2017 silam. 

Dalam struktur organisasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), markas Kali Kopi merupakan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III. 

Kelompok Kali Kopi sempat mencuat namanya saat menyandera para peneliti Taman Lorentz di Mapenduma, Kabupaten Jayawijaya pada 1996 silam, ketika itu dipimpin Kelly Kwalik sebelum ia ditembak Densus 88 pada 2009. 

"Kelompok ini memang selama ini sudah menguasai wilayah sekitar. Mereka di Kali Kopi, persis di bawah tegak lurus dengan Mile 53 atau Mile 54. Itu wilayah sangat terjal," kata Kapolda. 

Usai menembak kendaraan pengangkut karyawan Freeport pada Selasa (13/1) pagi, pelaku diduga kelompok Joni Botak tersebut meninggalkan sejumlah barang bukti. 

Pada posisi membidik kendaraan Freeport, ditemukan 5 butir selongsong peluru 5,56 mm dan 11 butir peluru ket (peluru macet) terdiri dari 9 butir berdiameter 5,56 mm dan 2 butir 7,62 mm.

Setelah melakukan penembakan, para pelaku turun ke tebing lalu menyeberang kali. Tebing ini cukup terjal, aparat keamanan pun tidak bisa melalui jalur itu untuk melakukan pengejaran. 

"Kami sekarang sedang menyusun upaya bagaimana menggunakan area atau wilayah yang lebih aman melakukan pengejaran," kata Kapolda. 

 

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar