Penyumbang Pajak Terbesar, Telkomsel Dapatkan Apresiasi dari Direktorat Jenderal Pajak

Kamis, 16 Jan 2020 21:29 WIT
PENGHARGAAN | Direktur Keuangan Heri Supriadi saat menerima penghargaan dari Kepala Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar IV Budi Prasetya di Jakarta, Selasa (14/1). (Foto : Telkomsel/SP)

JAKARTA | Telkomsel mendapatkan apresiasi dari Direktorat  Jenderal Pajak (DJP) atas kontribusi Telkomsel sebagai penyumbang pajak terbesar pada tahun 2019 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Empat. 

KPP Wajib Pajak Besar Empat sendiri meliputi Wajib Pajak BUMN yang melakukan kegiatan usaha di sektor jasa dan Wajib Pajak orang pribadi tertentu.

Menurut DJP, pengecekan laporan pajak Telkomsel hingga akhir tahun lalu, menunjukkan perusahaan telah membayar kewajibannya pada negara hingga Rp18 triliun. Sekaligus menjadi pembayar pajak terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat. 

Atas kontribusi ini, Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat, Budi Prasetya menyerahkan langsung piagam penghargaan dan plakat kepada Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriadi di di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada Selasa, (14/1).
 
“Kami sampaikan terima kasih kepada Ditjen Pajak  atas apresiasi yang diberikan kepada Telkomsel," kata Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriadi melalui pres release yang diterima seputarpapua.com, Kamis (16/1).

Kata dia, tahun lalu Telkomsel berhasil membukukan laba sekitar empat kali lipat lebih tinggi dari pesaing terdekat. Sehingga Telkomsel menjadi penyumbang pajak terbesar dari sektor telekomunikasi. 

"Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Telkomsel untuk terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui pencapaian di berbagai sektor," katanya.
 
Selain penghargaan sebagai penyumbang pajak terbesar di sektor telekomunikasi, pada 2019, Telkomsel juga mendapatkan penghargaan sebagai “Penyelenggara Telekomunikasi dengan Jaringan Terluas, Quality of Service, dan Wajib Bayar PNBP Telekomunikasi Tertinggi Tahun 2019”. 

Dimana pembayaran PNBP ke kas negara yang telah dilakukan oleh Telkomsel mencapai Rp6,9 Triliun (Biaya Hak Penggunaan Frekuensi, Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Kontribusi USO).  

"Dalam hal pengelolaan  dana USO tersebut, hingga akhir 2019  Telkomsel bersama BAKTI  mengoperasikan lebih dari 500 BTS (2G & 4G) di 251 desa. Ini sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah menghadirkan pemerataan jaringan telekomunikasi hingga wilayah  Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T).
 
“Telkomsel lahir sebagai perusahaan yang konsisten berupaya memberikan manfaat bagi seluruh elemen bangsa. Maka itu, penghargaan ini jadi momentum untuk tetap bertanggungjawab dalam melaksanakan kewajibannya, sebagai kontributor pendapatan negara,”ungkap Heri.

Sementara Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat, Budi Prasetya mengatakan, jumlah pembayaran pajak Telkomsel pada 2019 adalah yang terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat. Dan itu tercatat berkali-kali sejak beberapa tahun terakhir. 

"Kedepannya, saya harap sinergi antara Telkomsel dan DJP dapat semakin kuat, karena kita memiliki core yang sama yaitu melayani publik,” katanya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan