Jenazah Kakak Beradik Korban Laka Lantas di Timika Dibawa ke Toraja

Jenazah Kakak Beradik Korban Laka Lantas di Timika Dibawa ke Toraja
ANTAR JENAZAH - Ribuan kerabat, teman sekolah, dan masyarakat Toraja mengantar jenazah ke Bandara Mozes Kilangin Timika. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Jenazah Betriks Putri Barri dan Irpan Bram, kakak beradik yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Timika, Papua, telah diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/1). 

Ribuan kerabat, teman sekolah, dan masyarakat Toraja mengantar jenazah kedua remaja itu dari rumah duka di depan SPBU Nawaripi, Jalan Yos Sudarso, ke Bandara Mozes Kilangin Timika. 

Begitu tiba di Makassar dalam penerbangan Garuda Indonesia dari Timika pukul 14.00 WIT, kedua jenazah rencananya langsung dibawa ke kampung halaman di Malakiri, Kabupaten Toraja Utara. 

"Oleh pihak keluarga, sampai di Toraja jenazah akan langsung dilakukan prosesi penguburan," kata Ketua Persekutuan Pemuda Toraja Mimika, Bartholomeus, yang ikut mengantar jenazah ke Bandara Timika. 

Barto mengatakan, kepergian kedua remaja berdarah Toraja-Mamasa itu meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, dan juga seluruh masyarakat Toraja khususnya di Mimika. 

"Kami semua orang toraja benar-benar berduka. Untuk itu, kami pemuda terlibat mulai dari proses evakuasi korban hingga ke rumah duka, dan hari ini ikut dalam pengantaran jenazah," katanya.

Atas musibah yang menimpah kakak beradik yang masih remaja itu, Barto mengingatkan siapa saja untuk selalu berhati-hati dan paling tidak menekan resiko ketika berkendara di jalan raya. 

"Yang paling fatal itu adalah main HP sambil mengendarai sepeda motor. Belum lagi jika tidak memakai helm, memang sangat fatal akibatnya," imbuh dia. 

Almarhumah Betriks Putri Barri merupakan siswi kelas 3 di SMA Negeri 1 Mimika, dan adiknya Irpan Bram adalah siswa kelas 3 di SMP Negeri 7 Mimika. 

Keduanya meregang nyawa dalam kecelakaan tunggal sepeda motor di depan Kantor SAR Timika, Jalan Yos Sudarso, Rabu 15 Januari 2020 sekitar pukul 17.45 WIT. 

Kasat Lantas Polres Mimika AKP Viky Pandu Widhapermana mengatakan, kecelakaan maut bermula ketika kakak beradik itu mengendarai sepeda motor dan menabrak truk yang sedang terparkir. 

Irpan yang saat itu mengendarai sepeda motor membonceng kakaknya Betriks, diduga kuat melaju dengan kecepatan tinggi.

Ia hendak melambung sepeda motor di depannya dari sebelah kiri. Karena tidak bisa, ia mencoba dari sebelah kanan.

Namun karena melaju kencang dan tidak bisa mengendalikan sepeda motor, serta tidak memperhatikan mobil truk terparkir yang mengalami pecah ban, maka keduanya menabrak rambu-rambu yang dipasang oleh pengemudi truk.

"Karena terlalu kencang, sepeda motor menghantam bagian belakang truk yang menyebabkan Irpan Bram mengalami benturan kepala dan mengeluarkan darah dari bagian hidung. Irpan meninggal TKP," kata Pandu. 

Sementara Beatrik mengalami luka robek di bagian belakang serta patah pada rahang depan dan tidak sadarkan diri. Ia lalu dinyatakan meninggal dunia satu jam kemudian di RSUD Mimika. 

"Pada kejadian, keduanya tidak menggunakan helm sehingga benturan pada kepala berakibat fatal," tandas AKP Viky Pandu.  

 

Reporter: Sevianto
Editor: Aditra

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar