Tujuh Hari Pencarian, Guru Tenggelam di Perairan Asmat Belum Ditemukan

Jumat, 17 Jan 2020 23:30 WIT
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian (Foto: Ist/ SP)

TIMIKA | Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama tujuh hari terhadap seorang guru bernama Slamet (50) yang tenggelam di muara Bokap, Distrik Betcbamu, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu (8/1) lalu.

Selain Slamet, seorang perempuan bernama Mano berusia 43 tahun juga belum ditemukan dalam musibah perahu tenggelam tersebut.

"Korban sampai saat ini belum ditemukan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Monce Brury, Jumat (17/1). 

Tim SAR gabungan terdiri atas personel Pos SAR Agats, TNI Angkatan Laut, Polairud Polres Asmat dan keluarga korban telah memperluas pencarian mulai dari perairan Muara Uwus sampai Muara Fayit di bagian luar. 

"Upaya tim sudah melakukan pencarian selama 7 hari tapi tidak membuahkan hasil. Untuk itu pencarian telah kami hentikan karena tidak ada tanda-tanda keberadaan korban," kata Monce. 

Sebelumnya, pada Rabu lalu, perahu long boat bermesin dua masing-masing berkekuatan 15 PK dan 40 PK tenggelam di muara Bokap, Distrik Betcbamu.

Long boat tersebut ditumpangi tiga orang, bertolak dari Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, tujuan Pantai Kasuari.

Namun, saat berada di Muara Bokap, long boat tersebut tiba-tiba tenggelam. 

Tenggelamnya long boat itu dilaporkan oleh  Mustari di Pos SAR di Kota Agats. 

Dalam musibah itu, seorang bernama Amsar (32) selamat. Sementara Slamet (50) yang merupakan seorang guru, dan Mano (43) dinyatakan hilang. 

 

Reporter: Sevianto
Editor: Batt

 

 

Kategori:
Bagikan