Bertaubatlah, Menghadapi Sakratul Maut Sangatlah Pedih

Bertaubatlah, Menghadapi Sakratul Maut Sangatlah Pedih
Al-Ustad Salman Mahmud saat menyampaikan Tausiyah. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Kematian bukan menjadi akhir dari segalanya, sejatinya kematian merupakan sesuatu yang pasti untuk setiap yang bernyawa.

Dalam ajaran Islam diyakini adanya kehidupan setelah mati, bagaimana kehidupan setelah mati akan ditentukan selama hidup di dunia.

Al-Ustad Salman Mahmud dalam tausiyahnya pada Tabligh Akbar yang digelar oleh komunitas Islam As-sunnah Timika yang dipusatkan di Masjid Agung Babusalam Timika, Sabtu (18/1) menjelaskan terkait betapa pedihnya saat seseorang menghadapi sakratul maut.

"Pedihnya sakratul maut bagaikan ditusuk dengan seribu mata pedang tajam, itulah yang dikabarkan dalam Al-Qur'anul Karim," kata Ustad Salman.

Setiap manusia yang bernyawa akan merasakan sakratul mautnya sendiri, jika amalan sholeh yang dikumpulkan seseorang akan tenang dalam mengahadapi sakratul maut begitupun sebaliknya.

Jika semasa hidup tidak ada amalan sholehnya, maka pedihnya sakratul maut akan dirasakan.

"Orang yang beriman akan dicabut rohnya dengan pelan. Jagan engkau bersedih hati karena engkaulah orag beriman," ungkap Ustad.

Dalam Tabligh Akbar perdana tersebut bertemakan fase-fase setelah datangnya ajal.

Ustad Salman dengan lantangnya menjelaskan satu persatu fase yang akan dialami setelah manusia meninggalkan dunia yang hanya sementara.

Dijelaskan bahwa, setelah manusia dikuburkan fase pertama akan dialami yaitu kehidupan alam kubur, jika ada amalaan sholehnya semasa hidup amalan itulah yang akan datang menanganinya dialam kubur.

"Akulah amalan sholatmu, akulah amalan sedekahmu, kami akan menemanimu selama dialam kubur akan terangi kuburmu," ungkap Ustad Salman dengan nada lembut.

Sesaat setelah peziarah meninggalkan kubur akan datang malaikat Munkar dan Nakir dengan berbagai pertanyaan yang jawabannya tergantung amalan sholeh yang dikumpulkan selama hidup di dunia.

"Bukan karena sekarang pertanyaannya sudah diketahui terus nanti akan mudah dijawab, bukan bisa dan tidaknya tergantung amal Sholeh yang kita lakukan saudaraku," jelasnya.

Dengan suara hendak menangis Ustadz Salman mengatakan bahwa jika kita memiliki amalan sholeh, kita akan dibangunkan dengan begitu lembutnya oleh para malaikat, namun jika tiada amalan sholeh dengan kasarnya akan bangunkan oleh para malaikat.

Iapun kemudian melanjutkan tausiyahnya bagaimana manusia menjalani fase setelah datangnya kematian hingga hari pembalasan.

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar