Legislator Perjuangkan Lapak untuk Mama-mama Papua di Poumako

Legislator Perjuangkan Lapak untuk Mama-mama Papua di Poumako
Anggota DPRD Mimika, Johanis Felix Helyanan

TIMIKA | Legislator Mimika akan memperjuangkan lapak bagi mama-mama Papua, khususnya Suku Kamoro yang selama ini berjualan ikan di pinggir jalan dan pesisir pantai di Poumako, Timika.

Anggota DPRD Mimika, Johanis Felix Helyanan mengatakan, para Mama Papua tersebut tidak diakomodir dengan baik. 

Pengusulan pembangunan lapak bagi mereka  kata Felix sejak dua tahun lalu.

Namun, pembangunan tersebut katanya menggunakan dana Otsus dan kurang, sehingga diharapkan bisa menjadi prioritas kedepannya.

"Kita sudah usulkan dan kita akan perjuangkan itu. Kita lihat sekarang juga mama-mama Kamoro sekarang ini masih bermukim di pelabuhan sana, masih berjualan di pinggir laut," jelas Felix di Kantor DPRD Mimika, Senin (20/1).

"Sebenarnya kurang bagus juga tapi situasi dan kondisi itu yang membuat sehingga mereka berjualan di pinggir jalan," katanya lagi.

Menurutnya, jika dinas terkait bisa berinisiatif untuk membangunnya pasti bisa dibangun. Lapak yang tidak permanen seperti kursi dan meja, payung juga bisa digunakan oleh para mama-mama.

"Mereka rasa dibawah itu sangat strategis. Jadi dari pantai datang langsung jualan disitu, mereka tidak perlu lagi ke PPI," tutur Felix.

Ia berharap, pembentukan komisi di DPRD bisa segera dibentuk, agar komisi terkait bisa melakukan survei ke lokasi bersama dinas terkait untuk bagaimana mencari solusi bagi mama-mama agar bisa berjualan di tempat yang strategis.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Papua di Tahun 2020 ini akan membangun pasar ikan khusus untuk pedagang asli Papua. 

Pasar ikan yang akan dibangun di area Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako, menjadi prioritas utama dari Leentje Siwabessy selaku kepala dinas. 

Mengingat saat ini, mama-mama asli Papua mayoritas dari Suku Kamoro berjualan ikan hanya beralaskan plastik di pinggir jalan. 

Seperti yang terlihat di Jalan Budi Utomo ketika sore hingga malam hari. 

"Tahun ini kami prioritaskan untuk pasar ikan bagi Mama Papua di PPI agar mereka tidak lagi berjual hasil lautnya di jalanan," kata Leentje yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/1).

Menurut dia, sebenarnya sejak Tahun 2019 lalu pihaknya akan membangun pasar ikan tersebut menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus).

Namun, dikarenakan penerimaan dana otsus tahun lalu mengalami pengurangan, sehingga pembangunannya baru akan dilakukan Tahun 2020.

"Di Tahun ini kami pastikan prioritas pembangunan pasar tersebut melalui Dana Otsus 2020 ini," kata Leentje. 

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Aditra

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar