Sempat Kosong Lima Bulan, Blangko e-KTP di Mimika Kembali Tersedia

Selasa, 21 Jan 2020 16:56 WIT
ANTRE | Suasana antrean masyarakat di Disdukcapil Mimika. (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Papua, kini mulai dibanjiri warga  setelah hampir lima bulan lamanya kekosongan blangko kartu tanda penduduk elektronik  (e-KTP).

Kekosongan blangko tersebut tidak hanya pada Kabupaten Mimika saja, namun terjadi di hampir seluruh Indonesia.

Kepala Disdukcapil Mimika Slamet Sutedjo yang ditemui disela-sela kesibukan di ruang kerjanya, Selasa (21/1) menjelaskan bahwa blanko e-KTP sudah ada sejak Sabtu (18/1).

"Alhamdulillah blankonya sudah ada sejak Sabtu kemarin, dan hari Senin kami sudah mulai percetakan KTP kembali," kata Slamet.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah beberapa bulan blanko e-KTP kosong, pihaknya mengajukan permintaan ke pusat sebanyak 10.000 blangko, namun yang disetujui hanya 4.000.

Padahal, jumlah masyarakat Mimika yang belum tercetak KTP sebanyak 6.500.

"Sehingga dengan adanya keterbatasan yang ada, kami menggunakan skala prioritas," ujarnya. 

Skala prioritas yang dimaksud, seperti yang baru pertama kali perekaman e-KTP, KTP rusak ataupun tidak bisa lagi dibaca,  kehilangan KTP karena musibah yang tentunya harus dilengkapi dengan keterangan hilang dari kepolisian.

Selain itu, skala prioritas lainnya yaitu, peralihan status dari belum menikah ke menikah.

Semua itu, kata Slamet merupakan arahan dari Dirjen Kementerian Dalam Negeri. 

Warga Padati Kantor Disdukcapil

Sejak Senin (20/1) kemarin, pelayanan pada Disdukcapil meningkat jauh dari sebelumnya.

Dalam sehari Disdukcapil menerbitkan 230 keping e-KTP.

"Kami juga tidak akan mencetak KTP yang tertera masa berlaku di KTPnya karena KTP tersebut sesuai sistem itu sudah termasuk KTP seumur hidup, dan itu berlaku dimanapun," ungkap Slamet.

Berdasarkan hasil pantauan Seputarpapua.com, Selasa (21/1) terlihat masyarakat membanjiri untuk kepengurusan e-KTP dan kepentingan urusan lainnya.

 

Reporter: Hadija Laisouw
Editor: Aditra

 

Kategori:
Bagikan