00
Hari
00
jam
00
Menit
00
Detik
Banner_atas

Den Hagabal: Honorer Banyak, Oknum ASN Tidak Kerja

Den Hagabal: Honorer Banyak, Oknum ASN Tidak Kerja
ASN dan honorer di lingkup Pemkab Mimika. (Foto: Anya Fatma)

TIMIKA | Anggota DPRD Mimika, Provinsi Papua, Den Hagabal menyebut banyaknya tenaga honorer pada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika membuat sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bekerja.

"Sekarang ini kami lihat pegawai negeri ini seenaknya saja karena honorer ini banyak, pegawai negeri tidak kerja. Meskipun tidak semua seperti itu," katanya di Kantor DPRD Mimika, Selasa (21/1).

Padahal kata Den, para ASN sudah mengambil sumpah janji bahwa akan mengabdi dan bekerja kepada negara khususnya daerah Kabupaten Mimika.

"Padahal pegawai negeri ini sudah ambil sumpah janji akan mengabdi tetapi karena honorer ini tambah banyak jadi mereka seenaknya tidak kerja dan suruh-suruh honorer," jelasnya.

iklan_lokal_dalam_berita

"Kami tidak setuju itu, honorer itu hanya diperbantukan yang kerja itu ASN," katanya lagi.

Sehingga kata dia, untuk pengurangan tenaga honorer yang saat ini telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika sangat didukung karena pihaknya menilai jumlah tenaga honorer yang banyak.

"Kami lihat honorer di dinas-dinas ini terlalu banyak, honorer buat habis anggaran yang sampai Rp. 200 miliar lebih untuk gaji honorer," ungkapnya.

Selanjutnya, sehubungan dengan rencana langkah Bupati untuk melakukan pemeriksaan terhadap honorer asli Papua juga didukung penuh. Mengingat seharusnya, orang asli Papua 70 persen dan 30 persen untuk non Papua.

"Kita lihat selama ini kan tidak malah kebalikannya, untuk orang Papua minim dan untuk honorer Papua kita bisa hitung dengan jari di dinas yang ada di Timika," jelasnya.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Batt

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar